Dorong Pengenalan Ekonomi Syariah Hingga Tingkat Sekolah Menengah
ASKARA - Perekonomian syariah di Indonesia sudah saatnya bangkit dan terus dikenalkan kepada masyarakat. Karena, sistem ekonomi tersebut berlandaskan nilai Islam yang sangat bermanfaat terhadap umat muslim.
Menteri Agama Fahrul Razi mengatakan, apabila keuangan syariah jauh dari ekspektasi maka sangat disayangkan. Perlu ada upaya dari seluruh pihak mengampanyekan ekonomi syariah. Termasuk perguruan tinggi seperti IPB University.
"Terutama dari lembaga pendidikan yang berkewajiban melakukan kampanye ini," ujarnya kepada media, Sabtu (30/5).
Sebab sudah banyak kampus Islam di Indonesia dan ada prodinya termasuk IPB, hanya perlu diefektifkan. Bahkan hingga ke tingkat sekolah menengah.
"Begitu juga perlu pengenalan sampai ke tingkat bawah baik SMP maupun SMA. Harus terus dikembangkan," tutur Fahrul Razi.
Rektor IPB University Arif Satria mengatakan, kampanye harus terus disampaikan melihat literasi keuangan di Indonesia dari sisi perekonomian syariah semakin maju.
"Dari sisi syariah pada tahun 2016 sekitar 20 persen, sementara di tahun 2019 jadi 38 persen. Ini belum secara umum. Artinya secara suplicied harus ada peningkatan kampanye dari bank keuangan syariah," jelasnya.
Kedua, perekonomian syariah harus mampu menciptakan inovasi skema-skema kompatibel terhadap karakteristik usaha pertanian atau perikanan. Selama ini ada beberapa pembiayaan yang tidak bisa ditangani langsung oleh bank konvensional.
"Ini disebabkan oleh ketidakpastian, butuh gesperiate. Lain halnya dengan perdagangan orang bisa membayar lewat cicilan tiap bulan," kata Arif.
Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi ekonomi syariah menciptakan skema adaptif yang kompatibel. Pengalaman selama ini, penerapan ekonomi syariah jelas terlihat terutama pada level perekonomian mikro.
Seperti di Kalimantan, ada lembaga keuangan mikro yang mampu memberikan kredit dengan cicilan harian kepada nelayan.
"Ini tentunya sangat meringankan beban nelayan disana," kata Arif.
Dalam hal demandside atau sisi kemasyarakatan, peluang ekonomi syariah cukup besar meskipun kondisi Indonesia belum maksimal. Namun indeks keuangan syariah masih nomor satu.
"Meskipun Islamic ekonomi indeks kita ke lima dari Malaysia, Bahrain karena itu menyangkut masalah ekonomi tidak hanya finance," tandas Arif.

Komentar