Tebarkan Sukacita
Di saat-saat paling sulit dalam hidupnya, Yesus meluangkan waktu untuk berdoa dengan penuh semangat bagi para murid-Nya. Ini bukan doa umum, tetapi sebuah doa dengan permintaan khusus. Di atas segalanya, Ia meminta kepada Bapa agar para murid-Nya, dikaruniai persatuan yang mendalam, sebagaimana persatuan antara Allah dengan putra-Nya.
Persatuan yang menuju pada hal-hal yang hakiki ini hendaklah menjadi ciri khas orang Kristen. Persatuan ini antara manusia kristen dengan Allah ini harus menjadi sebuah titik kehormatan dan dijunjung tinggi oleh semua pengikut Kristus. Akan tetapi, seringkali persatuan ini tidak terlalu nampak dalam komunitas kristiani. Komunitas-komunitas mudah terpecah karena gosip, status, uang, atau penilaian lain berdasarkan standar-standar duniawi atau selera pribadi seseorang!.
Yesus pun meminta kepada Bapa milik-Nya sendiri, suatu kepenuhan sukacita, dan sukacita itu menjadi milik Kristus. Sebagai pengikut Kristus, sukacita terbesar yang dapat kita alami, adalah mengetahui diri kita sebagai anggota keluarga Tuhan Yesus, dan menjadi murid-murid-Nya yang terkasih. Tugas kita menjadi sempuna, ketika di dalam kesatuan, kita mewartakan kehendak Bapa, bukan target pribadi atau komunitas tertentu.
Agar memperoleh sukacita secara secara penuh, kita diajak oleh Yesus untuk tinggal di dalam cinta. Dengan tinggal bersama Yesus, maka kita dapat bertumbuh dalam kebenaran dan dalam pengetahuan tentang kasih Bapa. Sukacita dalam Yesus bagaikan mata air yang tidak pernah kering, apa pun yang terjadi, bahkan ketika Anda berada di bawah bayang-bayang salib yang gelap sekalipun. Mari tebarkan sukacita injil sampai ke ujung bumi!
Martin Selitubun
Pastor dari Keuskupan Agats Papua
Tugas belajar di Roma

Komentar