Sabtu, 04 Juli 2026 | 03:18
Editorial

Ada Harta Karun di Kapel Ursulin Jakarta

Pancarkan Kemuliaan Hati Kudus Yesus

Ada Harta Karun di Kapel Ursulin Jakarta
Kapel Hati Kudus Yesus di Biara Ursula Jakarta (Dok OSU)

ASKARA - Tak semua harta karun tersimpan di dalam peti berisi emas atau permata. Di tengah hiruk-pikuk kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, sebuah "harta karun" lain justru ditemukan kembali di tempat yang sunyi: Kapel Hati Kudus Yesus di kompleks Biara Ursulin, Jalan Pos No. 2.

Yang ditemukan bukanlah kekayaan duniawi, melainkan lukisan-lukisan dinding berusia lebih dari satu abad yang selama puluhan tahun tersembunyi di balik lapisan cat. Kemunculannya kembali menjadi peristiwa yang menggetarkan hati banyak umat Katolik sekaligus memperkaya khazanah sejarah Gereja di Indonesia.

Restorasi bermula dari pekerjaan rutin memperbaiki atap kapel yang mengalami kebocoran. Namun, ketika lapisan cat lama mulai dibersihkan, perlahan muncul kembali fresco-fresco indah yang selama ini seolah "tertidur" oleh perjalanan waktu.

Setiap guratan warna yang kembali tampak menghadirkan kisah panjang tentang doa, pengabdian, dan iman para Suster Ursulin yang sejak akhir abad ke-19 mengabdikan hidupnya bagi pelayanan, pendidikan, dan karya kemanusiaan di Indonesia.

Keindahan kapel bergaya Neo-Gotik itu semakin sempurna ketika tulisan-tulisan Latin di sekitar altar kembali terlihat jelas. Salah satunya mengajak umat merenungkan bahwa di dalam Hati Kudus Yesus tersimpan segala kekayaan rahmat dan kebahagiaan sejati.

Bagi umat Katolik, penemuan tersebut bukan sekadar keberhasilan konservasi bangunan bersejarah. Lebih dari itu, restorasi menjadi simbol bahwa warisan iman tidak pernah benar-benar hilang. Ia mungkin tertutup oleh debu zaman, tetapi akan selalu menemukan jalannya untuk kembali bersinar.

Proses pemulihan dilakukan dengan sangat hati-hati oleh para ahli restorasi yang mengacu pada dokumentasi arsip lama dari Belanda. Setiap detail dipertahankan agar keaslian karya seni religius yang telah berusia lebih dari seabad tetap terjaga.

Kapel Hati Kudus Yesus sendiri telah menjadi saksi perjalanan sejarah bangsa. Di dalam ruang doa yang hening itu, generasi demi generasi memanjatkan doa melewati masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, pergolakan nasional, hingga Indonesia modern.

Di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi kesibukan dan orientasi material, kisah Kapel Ursulin menghadirkan pesan yang sederhana namun mendalam. Bahwa harta paling berharga bukanlah sesuatu yang dapat dihitung dengan nilai uang, melainkan iman yang tetap hidup, kasih yang terus bertumbuh, dan harapan yang tidak pernah padam.

Barangkali itulah sebabnya banyak orang menyebut penemuan lukisan-lukisan tua tersebut sebagai "harta karun". Sebab yang ditemukan bukan hanya karya seni bernilai sejarah tinggi, tetapi juga jejak kehadiran Tuhan yang terus menyertai Gereja-Nya sepanjang zaman.

Kapel Hati Kudus Yesus Pasar Baru pun kini tidak hanya menjadi bangunan cagar budaya, tetapi juga ruang kontemplasi yang mengingatkan bahwa di balik setiap dinding tua, tersimpan kisah kasih Allah yang tak lekang oleh waktu.

 

Komentar