Catatan Astina
Jakarta Sudah Lebih Dulu Hidup New Normal di Tengah Pandemi Covid-19
Beberapa hari viral video dan foto kerumunan masyarakat di Pasar Tanah Abang juga di pasar malam di Kawasan Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur.
Kerumunan itu terjadi akibat banyak masyarakat yang hendak berbelanja kebutuhan persiapan hari raya. Media massa banyak mengkritik serta mempertanyakan tidak adanya social distancing dan tidak adanya pengawasan dari aparat Pemprov Jakarta. Kerumunan massa di pasar tradisional dan pasar malam serta macetnya jalan-jalan di Jakarta dianggap sebagai cerminan sikap masyarakat yang "kembali normal walaupun PSBB tetap diterapkan" menuju pola hidup normal baru.
Kondisi itu ramai jadi pembicaraan, kerumunan massa yang berbondong-bondong berbelanja menjelang Lebaran seperti di Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat dan pasar malam di Kawasan Banjir Kanal Timur serta pasar lainnya di Jakarta.
Situasi seperti ini bukan hanya di pasar tetapi juga di jalan raya Jakarta yang mulai kembali normal macetnya. Warga Jakarta sudah bebas bepergian berbelanja dan berkegiatan seperti sebelum masa pandemi Covid-19. Tetapi ada juga warga yang dongkol dan marah-marah dengan situasi kerumunan dan tidak tertibnya menjalankan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta. Namun ada pula warga yang mengaku kesal marah melihat masyarakat berbondong-bondong belanja Lebaran tanpa memperhatikan bahaya terpapar Covid-19. Rupanya warga belum sadar dan belum tahu bahwa Gubernur Jakarta Anies Baswedan diam-diam sudah mulai menerapkan hidup normal baru (new normal) di Jakarta. Rupanya Anies ingin jadi lebih dulu, jadi nomor satu di Indonesia yang menerapkan pola hidup normal baru, bersahabat dengan virus corona (Covid-19) seperti anjuran pemerintah. Anies sudah tidak tahan dan segera saja memulai penerapan hidup normal baru di Jakarta karena pemerintah lambat sekali.
Ya memang bukan Anies Baswedan namanya kalau tidak selalu ingin tampil dan beda dengan lainnya. Anies Baswedan ingin segera dan lebih dulu melonggarkan PSBB dan memulai pola hidup normal baru, menyesuaikan, menerima dan bersahabat dengan Covid-19. Warga dibebaskan beraktivitas sejak diberlakukannya PSBB di Jakarta 10 April 2020 lalu. Silahkan saja warga membuka kantor, toko dan perusahaannya hingga berkerumun di mana saja di Jakarta. Cara inilah yang dipilih Anies sebagai pola hidup normal baru, warga yang bertahan sesuai seleksi alam. Jika warga kuat dan bisa bersahabat dengan Covid-19 maka dialah yang bisa bertahan hidup di Jakarta. Sementara jika warga tidak tahan, meninggal dunia berarti dia tidak bisa bertahan dan tidak bisa bersahabat dengan Covid-19. Bagi yang tidak bisa bertahan maka tanah makam sudah disiapkan oleh Pemprov Jakarta.
Jadi masyarakat dan media massa tidak perlu kaget dan marah melihat kerumunan ada di mana-mana di Jakarta. Kondisi itu memang disengaja dan dibiarkan oleh Anies Baswedan yang ingin menerapkan pola hidup normal baru. Bagi yang takut dan ragu-ragu diam saja di rumah dan jangan masuk pada kerumunan. Marilah kita dukung upaya Anies Baswedan yang membiarkan situasi kerumunan dan tidak ada social distancing di Jakarta karena sedang mulai menerapkan pola hidup normal baru. Jadi para media massa janganlah marah-marah dan mengkritik jika ada kerumunan warga di Jakarta karena itu tandanya mereka sudah kuat dan bersahabat dengan Covid-19 dan menjalankan pola hidup normal baru. Kalau tidak percaya, mari coba bergabung dengan pola hidup normal baru Anies Baswedan. #jakartaterserahanies
Jakarta, 22 Mei 2020
Azas Tigor Nainggolan
(Ketua Forum Warga Kota Jakarta)

Komentar