Senin, 15 Juni 2026 | 01:00
NEWS

Pesan Presiden Jokowi Buat yang Belanja Baju Lebaran

Pesan Presiden Jokowi Buat yang Belanja Baju Lebaran
Presiden Jokowi. (Dok. Setpres)

ASKARA - Presiden Joko Widodo memahami keinginan masyarakat untuk berbelanja baju Lebaran, namun petugas diminta untuk terus mengingatkan dan menegakkan protokol kesehatan di tempat-tempat perbelanjaan.

"Saya melihat pasar-pasar tradisional saat ini sudah mulai ramai karena masyarakat banyak yang belanja dalam rangka hari raya. Saya ingin dipastikan ada pengaturan jarak yang baik, memakai masker, petugas di lapangan betul-betul bekerja untuk mengingatkan mengenai protokol kesehatan secara terus-menerus," kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka.

Presiden Jokowi juga menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas persiapan Idul Fitri 1441 H yang diikuti Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para menteri kabinet serta pejabat terkait lainnya.

"Yang sudah sering saya sampaikan, kunci pengendalian penyebaran Covid ini adalah kedisplinan kita semua untuk cuci tangan, untuk menjaga jarak aman, untuk memakai masker dan menghindari kerumuman atau keramaian atau konsentrasi massa," katanya.

Presiden Jokowi meminta agar masyarakat disiplin mengikuti protokol kesehatan tersebut.

Sejumlah pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir tampak dipadati masyarakat, misalnya lapak PKL di Pasar Tanah Abang sejak Minggu (17/5) meski PSBB berlaku di wilayah DKI Jakarta.

Lapak PKL yang digelar di Jalan Jatibaru II dan para pengunjung sibuk melihat barang dagangan kebanyakan model pakaian, sebagian bahkan membawa anak-anak.

Pengunjung tampak tidak mempedulikan imbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing (jaga jarak) karena mereka tak jarang saling bertabrakan bahu atau badan.

Selain di Pasar Tanah Abang, Pasar Anyar Bogor juga tampak dipadati warga pada Minggu (17/5) untuk berbelanja kebutuhan Lebaran tanpa mempedulikan aturan PSBB Bogor.

Kebanyakan lapak pedagang berjualan barang-barang yang tidak dikecualikan selama masa PSBB seperti pakaian dan perlengkapan aksesoris lainnya.

Padahal pasar tradisional di sejumlah daerah diketahui menjadi klaster penyebaran Covid-19 seperti terjadi di beberapa pasar di Surabaya.

Pemkot Surabaya bahkan telah menutup sejumlah pasar yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 yaitu Pasar Simo dan Simo Gunung, Pasar Kupang Gunung, Pasar Jojoran I, Pasar Gresik PPI, Pasar Kapasan dan Pusat Grosir Surabaya. (industry)

Komentar