Tangani Kesurupan Massal, Tyo Survival Ditertawakan Sosok Perempuan
ASKARA - Kebiasaan seseorang saat mendaki gunung ternyata bisa mengundang makhluk gaib. Karena di gunung tidak boleh berperilaku sembarang. Mengingat itu menjadi tempat sangat sakral menyimpan sejuta misteri.
Petualang Herna Hadi Prasetyo atau akrab disapa Tyo Survival punya pengalaman menangani sejumlah pendaki perempuan yang sedang diklat dan mengalami kesurupan di Gunung Merbabu, Jawa Tengah.
Kala itu, Tyo tergabung dalam Team Jelajah 45 Taman Nasional Indonesia melakukan pendakian dan pengamatan satwa di Taman Nasional Gunung Merbabu
Saat mereka istirahat di base camp, mendapat informasi dari pendaki bahwa ada korban (para pendaki perempuan) hipotermia disertai perilaku aneh dari korban.
"Di Gunung Merbabu di situ kita bisa menangani delapan orang semalam. Ada yang hipotermia, kesurupan. Itu banyak karena ceritanya diklat kemudian pesertanya cewek," ujar Tyo dalam Youtube Panji Petualang.
Kesurupan terjadi seketika dan merambat ke banyak orang. Tyo bersama teman-temannya berusaha menenangkan dan membawa korban ke Pos Resort Selo untuk mendapat pertolongan.
"Di pos bertatap-tatapan dan dia itu tatapannya kosong kemudian saya pindahin. Ada reflek yang berbeda, saya netralisir ternyata seperti yang saya perkirakan pertana itu," kata Tyo.
Ketika berada di pos kembali mendapat ditelepon dari tim penyelamat yang sudah naik ke atas. Mereka berkomunikasi menggunakan handy talkie (HT). Namun saat mendengar informasi itu ada suara yang dirasa ganjil.
"Itu Mas Tyo ada laporan lagi di pos ada yang kesurupan lagi. Begitu aku terima telpon dari HT karena sinyal susah itu ada suara cewek tertawa," cerita Tyo.
Akhirnya dirinya dan dua orang temannya langsung ke atas menemui para pendaki itu. Dengan penuh keyakinan setibanya di tempat para pendaki itu mereka membaca ayat-ayat suci Al Qur'an.
"Kemudian kita lari ke atas ngos-ngosan diketawain juga dia. Kamu mau ngapain kata dia, kamu enggak bisa keluarin aku. Kita baca ayat kursi. Dia bilang tuh teman kubanyak," cerita Tyo.
Para pendaki yang kesurupan tadi berhasil digotong ke bawah dengan tandu. Setibanya di Pos Resort Selo mereka memisahkan pendaki tersebut agar tidak kesurupan lagi.
"Terus kita bagi tim. Ada yang nangani dan baca ayat kursi. Intinya buat membantu kesurupan ini. Itu sampai jam 02.00 WIB sudah netral aku anterin ke Solo karena kalau digabung bakal balik lagi," tuturnya.
Berdasar pengakuan dari salah satu pendaki yang kesurupan bahwa mereka melakukan kesalahan. Sehingga membuat penunggu Gunung Merbabu tidak senang. Mereka mengotori tempat itu.
"Kami tanya, intinya mereka bilang tempatku dikotori. Memang pendakian waktu itu ramai kemudian banyak tumpukan sampah," tandas pembawa acara televisi Survival itu.

Komentar