Ngeklaim Pemimpin Perdamaian Dunia, Orang Ini Tidak Percaya Corona
ASKARA - Seorang yang disebut sebagai Presiden Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani meminta dunia internasional menghentikan kebijakan lockdown. Khusus di Indonesia, dia meminta pemerintah menghapus penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Ungkapan Djuyoto viral di media sosial. Dalam sebuah video, Djuyoto berbincang di salah satu radio swasta. Menurutnya, PSBB adalah kebijakan yang merusak kehidupan manusia saat ini.
"PSBB atau lockdown bahasa luarnya itu sangat mengganggu dan sangat merusak tatanan kehidupan umat manusia di seluruh dunia," ujarnya dalam video tersebut.
Indonesia, kata dia, dikenal sebagai masyarakat yang suka bergotong royong sehingga memiliki ciri khas yang luar biasa. Namun dengan adanya PSBB, kekuatan gotong royong ini menjadi renggang.
"Tiba-tiba dengan adanya PSBB ini hubungan sosial, hubungan antar warga ini direnggangkan, ini sangat merusak jiwa-jiwa umat manusia," katanya.
Djuyoto mengklaim, telah meminta pelonggaran lockdown di Swedia hingga Arab Saudi. Djuyoto menyebut, pada akhir April lalu telah mengirimkan surat rekomendasi agar lockdown di Tanah Suci dihentikan.
"Di Swedia, Brazil, Israel, dan yang paling hangat adalah di Arab Saudi, pada 27 April 2020 saya kirim surat ke Arab Saudi saya minta Kabah dibuka, Masjid Nabawi dibuka, Alhamdulillah tanggal 29 April 2020 Raja Salman ikut saran yang saya sampaikan," ujarnya.
Menurutnya, manusia hanya harus takut kepada Allah SWT dan tidak takut dengan isu corona. Djuyoto bahkan tidak percaya ada pasien positif corona sekalipun telah terbukti korban meninggal akibat virus tersebut dan menyebut isu virus corona timbul dari konspirasi global.
"Bagi saya corona itu isu, saya belum pernah fakta nyatanya di mana itu pasien yang terkena corona, di mana ribuan kuburan itu nggak ada semua, makanya saya bilang jiwa manusia dirusak oleh isu yang bernama virus corona oleh konspirasi global," ungkapnya.
Konspirasi global tersebut, lanjutnya, memiliki konsep dunia baru atau akrab dengan sebutan mereka adalah "New Worlds Order" sebagai keinginan di bawah kendali para elite dunia. Djuyoto pun meminta agar Indonesia juga tidak perlu melakukan PSBB.
"Dunia baru di bawah pemerintahan mereka, kemudian agama disekulerkan, kemudian mata uang diatur mereka dan ini saya sebagai pemimpin perdamaian dunia yang lahir di Jepara Indonesia sangat terpanggil untuk meminta kepada kepala daerah di seluruh Indonesia untuk mengakhiri PSBB," tuturnya.
Djuyoto mengaku sebagai perwakilan masyarakat Indonesia termasuk 202 negara, untuk mendorong pemerintah Indonesia untuk tidak lagi menerapkan PSBB.
"Saya akan mem-back up pak Jokowi, pak Mahfud, pak Terawan Menteri Kesehatan, setop PSBB. Kalau ada yang mengganggu kalian, saya akan jamin melindungi kalian walaupun saya pemimpin perdamaian dunia saya punya empati kepada rakyat Indonesia, punya tanggung jawab kepada negara Republik Indonesia," katanya.
Djuyoto menegaskan, telah meminta bukti nyata terkait dengan fakta adanya virus corona. Bahkan, katanya, apa yang terjadi di Brazil dampak dari corona hanya sebuah film belaka.
"Saya sudah berkali-kali meminta bukti nyata, mohon maaf ya yang di Brazil ini film, Itali itu film, di China film, di Ekuador film itu semua film, bahkan saya minta kepada Dirjen WHO," ujarnya dalam video yang terpotong durasinya itu.
Link yang tersebar di sosial media: https://www.facebook.com/100002452853284/posts/2883981735026893/?sfnsn=wiwspwa&extid=jgnIjzE7vwkO64Jf&d=w&vh=i

Komentar