Selasa, 09 Juni 2026 | 09:52
NEWS

Penanganan Darurat Masih Dilakukan Usai Banjir di Aceh Tengah

Penanganan Darurat Masih Dilakukan Usai Banjir di Aceh Tengah
Jalan dipenuhi lumpur akibat banjir bandang melanda Aceh Tengah. Dok BNPB

ASKARA - Upaya penanganan darurat terus dilakukan pascabanjir bandang yang menerjang dua desa di Kabupaten Aceh Tengah. BPBD memastikan keselamatan warga dan pelayanan dasar bagi mereka yang mengungsi.

BPBD Kabupaten Aceh Tengah mendirikan pos komando untuk menangani situasi darurat pascabencana. Mereka yang mengungsi ditampung di tempat pengungsian yang berlokasi di SD Negeri 3 Kebayakan.

Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Aceh Tengah menyiapkan dapur umum untuk memenuhi asupan gizi para penyintas. 

Perkembangan per Rabu (13/5) pukul 23.49 WIB, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kepada warga serta mengerahkan alat berat.

"Alat berat yang berada di lokasi segera melakukan pembersihan material banjir bandang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keteranganya, Kamis (14/5).

BPBD dibantu personel TNI, Polri dan Tagana bekerja memastikan proses evakuasi dan pembersihan material longsor, terutama pada akses jalan. Akses jalan Takengan – Bireueun telah dibuka dan berjalan normal kembali. 

"Malam tadi (13/5), hujan sudah berhenti setelah sebelumnya hujan deras menguyur wilayah kabupaten," tuturnya. 

Wilayah terdampak di kabupaten ini berada di beberapa Kecamatan. Di wilayah Kecamatan Kebayakan, desa terdampak banjir bandang yakni Desa Paya Tumbi Induk, Paya Tumpi Baru, Pinangan dan Gunung Balohen.

 

Komentar