Jumat, 19 Juni 2026 | 10:35
LIFESTYLE

Film Suara Kirana Bawa Pesan Soal Dampak Perkawinan Anak

Film Suara Kirana Bawa Pesan Soal Dampak Perkawinan Anak
Para pemain film berjudul Suara Kirana. Dok: Plan International Indonesia (PII)

ASKARA - Maraknya pernikahan usia muda tentu berdampak buruk terhadap perempuan di Indonesia. Berangkat dari masalah itu Yayasan Plan International Indonesia (PII) memproduksi film pendek berjudul Suara Kirana. 

Temanya ialah Stop Perkawinan Anak bagi kaum remaja Indonesia. Bercerita tentang remaja putri yang cita-citanya kandas karena menikah saat masih Sekolah Menengah Atas (SMA). Film itu dibintangi Laras Sardi, Jourdy Pranata, dan Dhea Seto 

Film ini diproduksi 2019 dan akan diluncurkan melalui platform YouTube, agar dapat ditonton sebagai pembelajaran bagi anak perempuan maupun anak laki-laki di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2018, 1 dari 9 (11,21 persen) anak perempuan di Indonesia menikah sebelum usia 18 tahun. Bahkan 0,56 persen atau sekitar 6.838 anak perempuan di Indonesia menikah sebelum usia 15 tahun (BPS, 2019).

Pemerintah Indonesia terus berupaya menekan angka perkawinan usia anak menjadi 8,7 persen dan ditargetkan untuk tercapai pada tahun 2024. 

Yes I Do Project Manager Plan International Indonesia Budi Kurniawan mengatakan, pihaknya gencar dalam mengkampanyekan stop pernikahan anak dengan hastag #StopPerkawinanAnak sejak 2017. 

“Kami aktif dalam upaya advokasi hingga di tingkat desa. Selain itu, kami juga turut melibatkan kaum muda menjadi pendidik sebaya dalam kampanye pencegahan perkawinan usia anak," ujarnya dalam keterangannya, Senin (11/5).

Melalui berbagai kegiatan kapasitasi, pihaknya ingin mendorong perubahan pola pikir remaja dan memahami berbagai dampak negatif perkawinan anak. "Kami ingin supaya mereka punya keinginan untuk mengenyam pendidikan tinggi”, katanya.

Plan International Indonesia menggandeng Pasar Malam Films dalam produksi film Suara Kirana. Dalam proses produksi film ini, pihak yang diajak kerja sama banyak belajar mengenai isu perkawinan usia anak. 

"Kami ingin remaja di seluruh Indonesia bisa menikmati film ini dengan membawa pulang pesan bahwa perkawinan usia anak akan merugikan mereka di masa depan”, ucap Producer Pasar Malam Films Evi Cecilia Evi Cecilia. 

Komentar