Pandemi Covid-19 Bikin Produksi Petani Pisang Mbah Lasiyo Merosot
ASKARA - Tidak dapat dihindari, pandemi virus corona (Covid-19) telah berdampak berbagai sendi kehidupan masyarakat. Termasuk hasil produksi budidaya tanaman pisang milik petani pisang asal Bantul, Yogyakarta Lasiyo Syaifudin yang menurun.
Pria berusia 65 tahun itu mengatakan, dalam satu bulan terakhir produksi hasil olahan pisangnya berkurang lantaran sejumlah toko yang menjadi tempat penjual olahan pisang tutup.
"Untuk kegiatan satu bulan sangat banyak penurunan. Volume produksi dikurangi karena toko-toko banyak yang tutup," ujar Lasiyo kepada Askara, Minggu (10/5).
Dampak lain yang dirasakannya antara lain pemasaran lesu, kurang gairah pembeli dan mengakibatkan kurang semangat produksi. Tentu dikhawatirkan produknya jadi kedaluarsa.
"Tidak hanya pengusaha pisang saja. Termasuk bibit pisang saya juga dalam kurun 1 bulan 95 persen tidak ada pembeli," keluh Lasiyo.
Dia berharap, pemerintah bisa membantu untuk membeli sejumlah hasil produk yang dibuat oleh para petani pisang. Serta bisa mengaktifkan peran Kelompok Tani Wanita (KWT).
"Ya, harapan pemeritah paling beli produk-produk lokal yang dibuat oleh petani. Dibuat KWT biar ngelarisi dan biar semangat," harap Lasiyo.
Lasiyo memilih untuk membudidayakan pisang, karena pohon pisang adalah tanaman yang mudah ditanam dan memiliki waktu panen yang relatif cepat.
Sebab banyak pekarangan produktif yang dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan pisang-pisang tersebut. Lasiyo menggeluti budidaya tanaman pisang sejak tahun 1990.
Lasiyo melestarikan beragam jenis pisang seperti pisang Raja Bagus, Raja Bulu, Raja Sere, Raja Jengkel, Kapok Kuning, Ambon Kuning, Ambon Lumut. Jenis pisang Raja Pulut, Raja Kidang, Pisang Susu, Raja Sewu, Pulut, Kluthuk, Mas Kirana, Gabu, dan Moro Sebo.

Komentar