Rabu, 17 Juni 2026 | 17:14
NEWS

Sejak Awal Tahun Sudah Terjadi 1221 Bencana

Sejak Awal Tahun Sudah Terjadi 1221 Bencana
Ilustrasi banjir. (Antara)

ASKARA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat lebih dari 1200 bencana terjadi sejak awal tahun 2020 hingga bulan Mei. 

Bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan puting beliung masih mendominasi. 

Kepala Pusdatinkom Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, data per hari ini (Jumat, 8/5) tercatat ada 172 orang meninggal akibat bencana yang terjadi. 

"BNPB mengidentifikasi bahwa lebih dari 99 persen kejadian bencana merupakan bencana hidrometeorologi," ujarnya kepada media.

Bencana yang paling dominan yaitu banjir dengan jumlah kejadian 457, puting beliung 359, tanah longsor 275, dan gelombang pasang atau abrasi dua. 

Katagori bencana hidrometeorologi lain yang jumlahnya tinggi yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 119 kali.  

"Total kejadian bencana berjumlah 1221," kata Raditya Jati. 

BNPB juga mencatat bencana lain seperti letusan gunung api sebanyak tiga kali dan gempa bumi lima. Jumlah kejadian bencana ini di luar bencana non alam yaitu pandemi Covid-19. 

Sejumlah bencana mengakibatkan dampak korban jiwa dan kerusakan. Korban luka-luka sebanyak 235 orang dan mengungsi delapan. 

"Kerusakan berupa rumah mencapai 17.105 unit sedangkan infrastruktur lain seperti fasilitas pendidikan 327 unit, peribadatan 394, kesehatan 32, perkantoran 58 dan jembatan 172 unit," papar Raditya Jati. 

Banjir merupakan kejadian yang paling banyak memakan korban meninggal dunia dengan jumlah 120 orang sedangkan tanah longsor 46 dan puting beliung lima. 

"Banjir juga menyebabkan sebagian besar warga harus mengungsi dengan jumlah 1.951.412 orang," kata Raditya Jati. 

Memasuki bulan kelima, kemarau terpantau di sebagian besar wilayah Indonesia. Meskipun bencana banjir dan longsor masih terjadi, terbaru adalah banjir yang melanda enam desa di Banda Aceh. 

Komentar