Rabu, 17 Juni 2026 | 19:27
NEWS

Tiap Bulan Puasa, Jengkol Lebih Mahal dari Daging Ayam

Tiap Bulan Puasa, Jengkol Lebih Mahal dari Daging Ayam
Harga jengkol melambung di pasar tradisional. (Antara)

ASKARA - Harga jengkol di sejumlah pasar tradisional di Cianjur melambung dari Rp 20.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram, melebihi harga daging ayam yang masih dijual Rp 32.000 per kilogram.

"Sudah lima hari terakhir harga jengkol di pasaran melambung, bukan karena minim stok namun setiap bulan puasa harga jengkol melambung," kata Cici, pedagang sayur mayur di Pasar Muka-Ramayana, Cianjur, Kamis (7/5).

Dia menjelaskan, setiap pertengahan bulan puasa harga jengkol di tingkat distributor merangkak naik dan diperkirakan akan terus melambung hingga Rp 70.000 per kilogram menjelang hari raya karena tingginya permintaan. Seperti tahun lalu harga jengkol mencapai Rp 80.000 per kilogram menjelang Idul Fitri.

"Meskipun harga melambung tinggi, tingkat penjualan cukup stabil. Per hari kami masih bisa menjual lima sampai 10 kilogram. Sedangkan harga untuk sayur mayur lainnya meskipun mengalami kenaikan tidak seperti harga jengkol," jelas Cici.

Sementara Kepala Pasar Cipanas Indah Heru Haerul Hakim mengatakan, harga jengkol melambung sejak lima hari terakhir melebihi harga daging ayam yang juga mengalami kenaikan dari Rp 28.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.

"Mungkin karena tingginya permintaan meskipun bulan puasa, stok jengkol di tingkat pedagang mencukupi bahkan berlebih. Setiap bulan puasa, kata pedagang harga jengkol mengalami kenaikan dan diperkirakan akan kembali melambung menjelang hari raya," katanya.

Dia menuturkan, hingga saat ini stok kebutuhan pokok di pasar tersebut masih mencukupi dan diperkirakan aman sampai hari raya. Sedangkan kenaikan harga yang cukup mencolok hanya terjadi untuk komoditas jengkol dan daging ayam. 

"Untuk harga kebutuhan pokok hanya mengalami sedikit kenaikan antara Rp 500 sampai Rp 1.000 per kilogram seperti gula, telur, minyak goreng, dan terigu. Sedangkan harga sayur mayur rata-rata masih normal. Kami akan terus pantau hingga menjelang hari raya," jelas Heru. (jpnn) 

Komentar