Ingat Pesan Dokter, Pemudik Tidak Dijamin Bebas Virus
ASKARA - Sebagian masyarakat masih ada yang bersikeras melakukan mudik di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Padahal pemerintah sudah dengan tegas melarang mudik Lebaran tahun ini.
Saat ini penyebaran dan penularan Covid-19 masih terus terjadi dan salah satu pemicunya adalah mobilitas manusia dari tempat yang satu ke tempat yang lain baik melalui darat maupun udara.
Semua diminimalisir bahkan dihentikan untuk mengurangi gerakan manusia guna memotong penyebaran dan penularan Covid-19.
Peneliti kebencanaan anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Dr Tuswadi menyatakan bahwa beberapa alasan mudik untuk konteks saat ini sangat tidak direkomendasikan.
Pertama, para pemudik tidak bisa menjamin di perjalanan selama berjam-jam tidak terpapar virus corona. Karena virus bisa menempel di mana saja tanpa pandang tempat dan cuaca, di dalam kendaraan, di barang-barang bawaan, bahkan di udara.
"Pemudik tidak bisa menjamin dari tempat berangkat, pakaian dan barang-barang yang mereka bawa bebas virus corona," ujarnya kepada media, Senin (4/5).
Sementara masyarakat pun tidak bisa melihat dengan mata telanjang keberadaan virus di alam sekitar. Ketiga, pemudik tidak bisa menjamin stamina tubuh selama perjalanan jauh.
"Stamina yang drop adalah asal muasal gampangnya seseorang terkena serangan virus," kata Dr Tuswadi.
Padahal masyarakat mengetahui sendiri betapa melelahkannya pergi mudik selama berjam-jam, terlebih bagi yang mengendarai mobil pribadi.
Keempat, pemudik tidak bisa menjamin setiap anggota keluarga yang ikut mudik bebas virus corona. Anak-anak kecil dan manula temasuk rentan terpapar virus korona.
"Terlalu berisiko selama perjalanan bagi anggota keluarga tertular Covid-19," tutur Dr Tuswadi.
Belum lagi ketika tiba di rumah nanti tidak ada yang bisa menjamin mereka yang baru dari luar kota tubuh, baju, dan barang-barang bawaannya masih bebas virus.
Kelima, ketika transit di toilet umum atau tempat makan, pemudik tidak bisa menjamin tempat tersebut steril dari virus corona.
"Ini berbahaya bisa menularkan virus kepada anggota keluarga di rumah atau di kampung halaman," jelas Dr Tuswadi yang juga direktur Politeknik Banjarnegara.

Komentar