iBeat Corona Project, Rayuan untuk Bumi
ASKARA - Wabah Corona (Covid-19) telah mengubah banyak segi kehidupan. Hal-hal yang dulu sederhana sekarang tidak mudah dilakukan meski hanya sekedar berjabat tangan. Semua kekacauan ini berasal dari kekhawatiran yang sama: tertular atau menyebarkan Covid-19.
Ada yang bisa work from home dengan nyaman, ada yang tetap mencari nafkah di luar rumah, dan satu yang tak pernah terlupa: Mereka yang berjibaku di rumah sakit bertempur dengan virus yang sedang viral.
Sayangnya, bukan cerita baru tenaga kesehatan mengeluhkan langkanya perlengkapan medis seperti APD. Itu merupakan perlengkapan dasar mereka untuk bertahan saat memberikan pengobatan dan perawatan yang hanya boleh digunakan sekali-pakai. Mereka prajurit terdepan yang menjaga kita dan pada saat yang sama mereka rentan dan bila mereka tidak bertahan siapa yang akan merawat kita?
iBeat adalah sebuah komunitas untuk para musisi independent/indie tanah air yang memberikan wadah dari song writing, showcase, hingga digital publishing.
Berkiprah sejak pertengahan tahun 2019, iBeat konsisten mendukung musisi independent/indie untuk berkarya dengan prinsip kolektif dan kolaboratif.
Seperti kita ketahui bersama, di tahun 2020 ini kita mengalami kejadian luar biasa yang belum pernah terbayang sebelumnya. Covid-19 membuat bumi sejenak beristirahat karena warga dunia membatasi kegiatannya.
Dari banyak profesi yang terkena imbas, musisi juga salah satunya. Panggungpanggung dibatalkan, dan seperti yang lain, semua serentak berkarya sebaikbaiknya dari rumah masing-masing. Berada di rumah tidak berarti berpangku tangan, para musisi tetap ingin berbuat untuk apapun yang sedang darurat.
"Inilah yang mendasari iBeat Corona Project memproduksi lagu “Rayuan untuk Bumi”, yang ditulis oleh V1MAST. Project ini mengajak nama-nama musisi seperti Dewi Dee Lestari, Imanine J-Rocks, Imel Ten2five, Josaphat Kilms, Sigit & Alvin Basejam, Wanda Omar, dll, untuk menyanyikan karya ini dan menggandeng kitabisa.com dalam menggalang dana untuk pengumpulan APD bagi tenaga medis yang membutuhkan”, kutip Arya Dei - iBeat tentang karya ini.
“Lagu ini dibuat sangat cepat, 5-15 menit proses penulisannya. Waktu dikontak iBeat, tanpa pikir panjang, mau banget join dan buat lagunya. Gak lama langsung rekaman, dan shooting clip juga dari studio masing-masing. Lagunya semoga sampai ke hati, karena inspirasinya jujur dari keadaan yang kita alami bersama ini. Kalau judulnya, team iBeat yang pilih”, kutip Viza Mahasa (V1MAST) - Pencipta Lagu Rayuan untuk Bumi.
Dan harapan musisi-musisi yang terlibat di dalam project ini adalah semoga karya ini bisa menjadi semangat bahu membahu untuk para musisi dalam melewati keadaan ini, dan juga hasil yang tercapai bisa membantu mereka yang berada di garis depan perjuangan ini.
iBeat Community bersama kitabisa mengajak teman-teman untuk membantu para tenaga medis mendapatkan APD agar mereka selalu aman dalam melayani. Kirimkan donasi dengan cara scan barcode pada video musik atau klik link berikut ini : https://kitabisa.com/campaign/ibeatcorona

Komentar