Minggu, 07 Juni 2026 | 08:22
NEWS

2.000 Alat Rapid Test untuk Ibu Hamil di Jakarta dari Siloam Hospital Group

2.000 Alat Rapid Test untuk Ibu Hamil di Jakarta dari Siloam Hospital Group
Bantuan rapid test Siloam Hospital Group untuk Pemprov DKI Jakarta (Dok Pemrov DKI)

ASKARA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima bantuan 2.000 unit alat rapid test untuk ibu hamil dari Siloam Hospital Group. Bantuan ini berdasarkan kebutuhan ibu hamil di DKI Jakarta merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan yang turut menerima bantuan tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, mengapresiasi kolaborator yang telah memberikan bantuan dalam rangka penanganan wabah Covid-19.

"Saya terima kasih sekali pada teman-teman di Siloam Group atas dukungan ini. Kita berharap nanti ibu-ibu hamil bisa terdeteksi lebih awal sehingga kalaupun mereka sampai terpapar bisa recovery," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/4).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menuturkan, bantuan alat rapid test tersebut akan langsung didistribusikan ke Puskesmas-puskesmas di DKI Jakarta. 

Berdasarkan data, 44 puskesmas kecamatan di DKI Jakarta yang di-maping untuk mendapatkan mana puskesmas yang memiliki kunjungan ibu hamil tertinggi, serta puskesmas yang berada di zona merah Covid-19.

"Saat ini Alhamdulillah juga kita dibantu untuk rapid test antibodi yang akan didedikasikan bagi ibu hamil. Kita tahu ibu hamil akan melahirkan generasi selanjutnya, tentu harus kita jagain dan pastikan sehat, kalaupun nanti positif, itu juga harus dikelola dengan baik sesuai protap," kata Widyastuti.

Wakil Direktur Utama Siloam Hospital Group, Caroline Riady mengatakan, pemeriksaan rapid test untuk menanggulangi wabah Covid-19 sangat penting, khususnya untuk kelompok rentan seperti ibu hamil.

"Kami percaya menanggulani Covid-19 salah satu yang paling penting adalah kemampuan kita melakukan testing. Bagi ibu hamil, kita tahu kita nggak bisa nunggu Covid-19 selesai, jadi tetap harus dilahirkan. Jadi ini peran dari sistem kesehatan untuk tetap melayani ibu hamil dan populasi beresiko di masa Covid-19," ungkap Caroline.

Komentar