Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:28
NEWS

Artha Graha Peduli Prakarsai RS Lapangan Khusus Covid-19

Artha Graha Peduli Prakarsai RS Lapangan Khusus Covid-19
Menko PMK, Muhadjir Effendy saat mengunjungi RS Lapangan Artha Graha Peduli

ASKARA – Ancaman wabah Covid-19 masih sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya pemerintah, semua pihak turut berjibaku bersatu melawan Covid-19 dengan cara berupaya memutus mata rantai penyebaran virus corona asal Cina tersebut.

Salah satunya, Yayasan Artha Graha Peduli yang telah berinisiatif mendirikan RS Lapangan khusus menangani Covid-19 di lapangan dekat kawasan Ancol, Jakarta Utara, tepatnya Jl. Pasir Putih Raya No. 40.

“Terima kasih kepada Artha Graha Peduli yang telah memprakarsai RS Lapangan khusus Covid-19 ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat mengunjungi RS Lapangan Artha Graha Peduli di Jakarta, Rabu (22/4).

Menko PMK mengatakan, sudah banyak sekali perusahaan yang terlibat dan dia berharap keterlibatan seperti ini terus berlanjut karena corona pun belum berakhir.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala BNPB Doni Monardo, Walikota Jakarta Utara, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Pangkobgabwilhan I, serta Pimpinan Artha Graha Tomi Winata.

Menko PMK menyebutkan, karantina RS sebagaimana diatur dalam Pasal 49 Undang-Undang No. 6/2018 ialah RS isolasi yang tidak menerima pasien selain untuk Covid-19 dan seluruh penanganannya dilakukan di satu lokasi.

“Terutama di daerah, ini bisa jadi salah satu pilihan sebagai model pelayanan untuk penanggulangan Covid-19 terutama dalam mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kasus yang masif,” kata Menko PMK.

Koordinator Sekretariat Rumkitlap AGP Hanna Lilies mengungkapkan inisiatif pendirian RS Lapangan itu didasari atas kepedulian terhadap masyarakat serta tanggung jawab perusahaan dalam ikut serta menanggulangi masalah bencana di Tanah Air.

Lebih detail, untuk proses pendirian RS dilakukan selama tiga minggu dan mulai dioperasikan sejak 24 Maret lalu. Jumlah ketersediaan dokter yaitu sebanyak 15 dokter internal, 8 dokter spesialis relawan dari berbagai RS dan Puskesmas, 34 perawat, serta sejumlah relawan yang telah dibekali protap kesehatan.

“Total sampai hari ini ada 5.251 orang yang ikut rapid test dengan 31 orang rapid test positif dan yang ikut PCR ada 11 dinyatakan positif. Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan moral yang diberikan pemerintah dalam upaya kami membantu mengatasi Covid-19,” tandasnya.

Diketahui, RS Lapangan khusus ini memiliki fasilitas lengkap. Mulai untuk pemeriksaan rapid test, pemeriksaan darah, ruang bedah, ruang isolasi, ruang perawatan biasa, serta gudang obat-obatan dan alat kesehatan.

Demikian juga dengan pemeriksaan yang dilakukan, sudah sangat bagus. Apabila setelah diperiksa melalui rapid test seseorang hasilnya positif, selanjutnya ada pemeriksaan lanjutan melalui PCR. Jika hasil PCR positif, maka pasien tersebut akan diisolasi dan diobservasi selama 14 hari.

“Secara prosedur pun sudah bagus dan ringkas karena dalam satu lokasi. Jadi inilah sebetulnya yang disebut RS isolasi, karantina RS itu ya idealnya seperti ini,” tutup Menko PMK.

Editor: Husnie