Minggu, 07 Juni 2026 | 06:00
NEWS

Stafsus Jokowi Mundur, Masalah Kartu Prakerja Tidak Otomatis Tuntas

Stafsus Jokowi Mundur, Masalah Kartu Prakerja Tidak Otomatis Tuntas
Ilustrasi Kartu Prakerja (Dok: Batamnews.co.id)

ASKARA - Kabar mundurnya Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Adamas Belva Devara mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Belva mengundurkan diri berkaitan terpilihnya Ruang Guru, perusahaan yang dipimpinnya, sebagai mitra program Kartu Prakerja. 

Ekonom Institute For Development on Economic (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara mengapresiasi keputusan Belva. Hal itu dinilainya sebagai bentuk pertanggung jawaban milenial untuk lebih profesional dalam menjalankan bisnisnya. 

"Saya mengapresiasi mundurnya kawan Belva Devara dari posisi Staf Khusus Presiden," ujar Bhima Yudhistira Adhinegara, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4). 

Menurutnya, Belva telah menunjukkan bahwa milenial harus memiliki integritas dan bisa menghindari konflik kepentingan yang muncul ketika berada dalam posisi di pemerintahan. 

Namun, permasalahan terkait Kartu Prakerja tidak serta merta tuntas dengan mundurnya Belva. Pertama, masih perlu dilakukan penyidikan terkait MoU mitra pelaksana Kartu Prakerja yang dilakukan sebelum Peraturan teknis dikeluarkan Pemerintah. 

"Kedua, Kartu Prakerja tidak menjawab persoalan krisis yang dihadapi, bahwa korban PHK lebih membutuhkan bantuan berupa cash transfer/BLT dibandingkan dengan pelatihan online," ucap Bhima. 

Untuk mencegah pemborosan anggaran, sebaiknya pemerintah membatalkan pendaftaran gelombang kedua. "Mengalihkan seluruh anggaran Kartu Prakerja agar berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang terkena Covid-19," cetusnya. 

Menurut Bhima, dibandingkan memberikan pelatihan online, lebih baik pemerintah memberikan subsidi internet selama 3-5 bulan kepada seluruh rakyat Indonesia. 

Sehingga masyarakat bisa mengakses konten pelatihan serupa di Youtube dan platform gratis lainnya. 

"Saya berharap staf khusus milenial lainnya yang memiliki konflik kepentingan antara bisnis dan jabatan publik untuk mengikuti jejak Belva, yakni memilih salah satunya tetap menjadi stafsus atau profesional melanjutkan bisnis startup-nya," katanya. 

Sebelumnya diberitakan, Adamas Belva Devara mengundurkan diri dari posisi Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

"Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020," tulis Belva di akun Instagram miliknya, Selasa (21/4).

Komentar