Aktivitas Konjen RI untuk New York Menghadapi Covid-19 di AS
ASKARA - Amerika Serikat (AS) merupakan negara dengan jumlah terbesar kasus corona di dunia. Perwakilan pemerintah Indonesia terus melakukan monitoring, sekaligus memberikan bantuan kepada WNI di Negeri Paman Sam itu.
Salah satunya dilakukan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk New York (NY). Konsul Jenderal (Konjen) untuk New York, Arifi Saiman bercerita tentang aktivitasnya siaga memantau WNI yang berada di wilayah pengawasannya.
"Kehadiran virus corona ini berdampak pada semua aspek kegiatan, termasuk kegiatan diplomasi," ujarnya, kepada Askara, Senin (20/4).
Seluruh aktivitas, termasuk kegiatan KJRI NY dialihkan ke rumah atau Work From Home (WFH). Hal ini juga diterapkan guna memutus rantai penyebaran virus tersebut.
"Meski kantor perwakilan asing seperti KJRI New York masuk kategori essential business yang (masih) bisa beraktivitas di tengah situasi pandemi Covid-19, namun kegiatan work from home menjadi opsi yang diambil oleh perwakilan asing termasuk KJRI NY untuk mendukung penanganan Covid-19 di AS khususnya di New York," ungkapnya.
Selama menjalani WFH, Arifi mengaku tetap rutin mengikuti pengajian yang juga mempersatukan seluruh WNI. Pengajian yang digelar secara virtual diikuti jamaah Masjid Al Hikmah New York dan Jamaah Masyarakat Islam Indonesia Toronto (MIIT).
"Karena sifatnya online pengajian ini diikuti cukup banyak orang dan kalangan warga komunitas muslim Indonesia di AS dan Kanada, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kerja KJRI New York," tuturnya.
Di hadapan Imam Besar Muslim New York, Imam Shamsi Ali serta jamaah muslim lainnya Arifi menyampaikan belasungkawa kepada dua orang WNI yang meninggal dunia di New York, yakni Zainal Subandi dan Aji Sastra Jumena. Hingga saat ini, penyebab kedua WNI tersebut meninggal dunia masih belum diketahui, apakah karena Covid-19 atau bukan lantaran masih menunggu pemeriksaan rumah sakit atas jenazah keduanya.
Arifi berpesan agar WNI di AS menyaring berbagai pemberitaan yang belum pasti kebenarannya. Arifi bercerita tentang adanya pemberitaan seorang WNI bernama Arifin Jaya Diningrat dinyatakan positif Covid-19. Namun faktanya, WNI tersebut negatif atau tidak terjangkit.
Selain waspada dengan berita hoaks, Arifi berpesan agar seluruh WNI tetap menjaga diri untuk mencegah penyebaran virus corona, khususnya WNI di wilayah kerja KJRI New York yang mencakup 15 negara bagian, mulai dari Virginia, Western Virginia, South Carolina, New Hampshire hingga New Jersey.
Seluruh WNI juga diminta melaporkan kondisi kesehatan. Jika ada gejala yang mengindikasikan terinfeksi virus corona agar segera menghubungi KJRI NY, khususnya mereka melakukan karantina mandiri.
"Kepada mereka yang mengharuskan melakukan karantina mandiri kami harapkan untuk tidak segan-segan menyampailan ke KJRI, dan kami akan siap untuk bisa membantu kepada saudara-saudara ini, kami di New York siap membantu saudara kita dan menemani semua warga," tandasnya.

Komentar