Senin, 08 Juni 2026 | 03:24
NEWS

Satgas Covid-19 MUI dan Unsur Pemerintah Gelar Dzikir Nasional

Satgas Covid-19 MUI dan Unsur Pemerintah Gelar Dzikir Nasional
Ilustrasi. (Hidayatullah)

ASKARA - Satgas Covid-19 MUI bekerja sama dengan BNPB, Kantor Wapres, Kementerian Agama, dan Kementerian Kominfo akan mengadakan Dzikir Nasional Menolak Musibah Pandemi Covid-19 sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadan.

Kegiatan akan digelar Kamis (16/4) pukul 19.30-20.30 WIB secara daring di stasiun TVRI, live streaming Youtube Wapres, official Youtube dan medsos Kemenag, BNPB, dan official Youtube TV MUI.

Juru Bicara Satgas Covid-19 MUI KH M. Cholil Nafis menjelaskan, dzikir nasional akan diikuti seluruh komponen umat secara, ormas Islam, tokoh agama, dan instansi pemerintah.

Kiai Cholil mengatakan, dzikir nasional akan dipandu Ketua Umum MUI non aktif yang juga Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Dr. Din Syamsudin, menteri agama, serta ketua-ketua ormas Islam dan tokoh umat.

Acara akan disiarkan dari titik fokus di Jakarta yaitu Istana Wapres, Kantor MUI Pusat, Kantor Kemenag, dan Graha BNPB. Sementara itu, di daerah akan dilakukan dengan fokus liputan di Indonesia barat, Indonesia tengah, dan timur. 

"Semuanya dilakukan di rumah masing-masing untuk tetap menjaga jarak fisik (physical distancing)," kata Kiai Cholil.

Kiai Cholil menjelaskan, relevansi dan urgensi dzikir nasional bertujuan untuk meminta perlindungan Allah  ﷻ dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19 serta menggugah kesadaran umat untuk muhasabah, dzikir, dan taubat kepada Allah  ﷻ.

Menurutnya, sikap tawakal dalam menghadapi musibah pendemi Covid-19 adalah melakukan ikhtiar kemanusiaan seraya memanjatkan doa dan taubat kepada Allah  ﷻ. Ikhtiar menjaga jarak fisik dan tetap di rumah adalah bagian dari upaya memutus mata rantai penularan virus corona.

Namun, upaya itu saja tak cukup bagi umat yang beriman. Sebab senjata orang mukmin adalah doa. Karenanya, upaya akan maksimal manakala dipersenjatai dengan doa sehingga ikhtiar akan menghasilkan tujuan menghindar dari wabah manakala disertai dengan doa.

"Pandemi Covid-19 telah menunjukkan betapa kuasa Allah ﷻ dan lemahnya manusia. Hikmahnya, musibah ini mengajarkan kita utk muhasabah diri dan taubat kepada Allah  ﷻ seraya memohon pertolongan-Nya," tutur Kiai Cholil.

Dia berharap, dzikir nasional dan tarhib Ramadan adalah bagian dari ikhtiar yang utuh antara lahir dan batin dalam menghadap cobaan dari Allah  ﷻ. 

"Untuk menguatkan ikhtiar lahir, acara dzikir ini akan dilakukan secara berkala sampai Lebaran tiba," demikian Kiai Cholil. (hidayatullah)

Komentar