Rabu, 10 Juni 2026 | 20:42
NEWS

Di Jakarta, 163 Pasien Positif Covid-19 Sudah Sembuh

Di Jakarta, 163 Pasien Positif Covid-19 Sudah Sembuh
Ilustrasi tes Covid-19. (AFP)

ASKARA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta Catur Laswanto memaparkan data terbaru terkait penyebaran virus corona. 

"Sebanyak 163 orang dinyatakan telah sembuh dari total 2.349 orang kasus positif dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 243 orang," jelasnya, Selasa (14/4). 

Sebanyak 1.385 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 558 orang melakukan isolasi mandiri di rumah. Serta sebanyak 876 orang masih menunggu hasil laboratorium.

Orang dalam pemantauan (ODP) saat ini berjumlah 2.977, masing-masing yakni 2.395 sudah selesai dipantau dan 582 masih dipantau, kemudian jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 2.446 orang yakni 1.294 orang sudah pulang dari perawatan dan 1.152 masih dirawat.

Pemprov DKI juga terus melakukan rapid test di enam wilayah dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). 

"Sampai dengan Senin 13 April 2020 total sebanyak 38.874 orang telah menjalani rapid test. Dengan persentase positif Covid-19 sebesar 3,4 persen dengan rincian 1.314 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 37.560 orang dinyatakan negatif," tutur Catur.

Terkait penerima bantuan sosial, Pemprov DKI menargetkan 1,2 juta kepala keluarga untuk warga miskin dan rentan miskin terdampak Covid-19.

"Distribusi bansos tersebut telah dilakukan sejak Kamis 9 April 2020 setiap hari sampai dengan 24 April 2020 mendatang. Bantuan sosial pada hari ini Selasa 14 April 2020 didistribusikan di 18 kelurahan di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu dengan total paket yang didistribusikan sebanyak 78.754 paket," papar Catur.

Bantuan yang diberikan berupa paket bahan pangan pokok yaitu beras 5 kilogram, sarden dua kaleng kecil, minyak goreng 0,9 liter 1 pouch, biskuit dua bungkus, masker kain dua lembar, sabun mandi dua batang, dan tidak ada pemberian uang tunai.

"Bantuan sosial yang didistribusikan tersebut langsung diantar ke rumah warga. Sehingga tidak ada warga yang berkumpul untuk mengambil bantuan agar meminimalisir potensi penularan Covid-19. Program ini berlangsung dua pekan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar diberlakukan," jelas Catur.

Program bansos bersumber dari realokasi anggaran APBD DKI. Bagi masyarakat yang ingin menanyakan terkait bansos dapat menghubungi call center Dinas Sosial DKI di nomor 4265115.

Sementara bagi yang ingin berpartisipasi memberikan bantuan, saat ini yang masih dibutuhkan adalah alat perlindungan diri (APD), masker, sarung tangan, disinfektan, dan natura. 

Bantuan dapat langsung disampaikan ke Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) melalui Sekretariat Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 DKI di Balai Kota Blok G Lantai 2 atau melalui kanal jdcn.jakarta.go.id dan Chat Center di nomor 0811-9600-0196 dan 0811-9600-0197.

Catur menegaskan bahwa Pemprov DKI tetap mengimbau agar warga melanjutkan melakukan jaga jarak fisik (physical distancing) melalui bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Kemudian juga menghindari keramaian, menjaga kebersihan melalui cuci tangan dan menggunakan masker jika harus keluar rumah. 

"Upaya dan langkah-langkah memutus rantai penyebaran Covid-19 ini perlu dilakukan bersama oleh seluruh komponen masyarakat," tandasnya.  

 

Komentar