Senin, 08 Juni 2026 | 16:48
NEWS

Sebulan Dibentuk, Ini yang Telah Dilakukan Doni Munardo di Gugus Tugas

Sebulan Dibentuk, Ini yang Telah Dilakukan Doni Munardo di Gugus Tugas
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19), Doni Monardo (Dok BNPB)

ASKARA - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19), Doni Monardo mengevaluasi kinerja pihaknya dalam menangani virus corona (Covid-19) selama satu bulan.

Diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) dibentuk melalui Keppres nomor 7 yang diterbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 13 Maret 2020 lalu.

Doni mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan 725 ribu APD, 13 juta masker bedah, dan 150 ribu masker N-95 sebagai alat keselamatan kesehatan untuk para dokter, perawat, dan tenaga medis secara maksimal agar terlindungi dari bahaya Covid-19.

Selain itu, tim ahli gugus tugas yang dibantu para peneliti, dan periset dari berbagai lembaga, serta perguruan tinggi dan dunia usaha tengah berupaya memproduksi APD menggunakan komponen lokal dan bersertifikasi WHO serta rencana memproduksi ventilator.

Pihaknya bersama dengan Kemenkes, Kementerian BUMN, Kemeristek, badan riset inovasi nasional, dan K/L lainnya terus meningkatkan kemampuan laboratorium, yakni yang semula 3 unit menjadi 12 unit, dan selanjutnya menjadi 25 unit, menuju ke 52 unit, yang hingga saat ini terdapat 78 unit laboratorium, dan tersebar serta dapat beroperasi dengan baik di seluruh Tanah Air.

"Termasuk telah mendistribusikan 800 ribu rapid test ke seluruh provinsi di Indonesia," ujar Doni Munardo secara virtual di Gedung BPNB, Selasa (14/4).

Dikatakan, pihaknya yang didukung oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, dan BUMN juga terus meningkatkan kapasitas rumah sakit.  "Baik rumah sakit pemerintah, TNI-Polri, BUMN, termasuk swasta, saat ini telah siap sebanyak 635 rumah sakit rujukan dengan daya tampung 1515 ruang isolasi untuk pasien berat dan kritis," tuturnya.

Sementara, untuk menampung kondisi pasien dengan kondisi sedang telah disiapkan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang bisa menampung 2.000 pasien dan RS Darurat di Pulau Galang yang bisa menampung 400 pasien, serta tempat observasi di Natuna. 

Selain itu, unicorn berbasis media juga digandeng agar dapat masyarakat menggunakan jasa dokter melalui komunikasi virtual, dengan ini RS hanya diprioritaskan kepada pasien berat dan kritis saja. Sedangkan pasien ringan dirawat di rumah dengan cara diobati berdasarkan petunjuk para dokter melalui virtual atau tele medicine. 

Saat ini, strategi yang dilaksanakan untuk mempercepat penanganan Covid-19 dilakukan dengan mengatur keseimbangan penanganan medis dan upaya pencegahan dengan cara memutus mata rantai penularan melalui PSBB, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21/2020 tanggal 31 Maret 2020 dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Dengan upaya edukasi, sosialisasi, dan mitigasi ancaman Covid-19. 

Cara tersebut, menurut Doni, menekankan ajakan terhadap komponen masyarakat untuk bisa memisahkan diri dari kelompok rentan dengan masyarakat sehat, maupun yang sudah terpapar Covid-19 atau sebut dengan penderita tanpa gejala. "Karena dapat sebagai penebar maut kepada kelompok rentan tersebut," ucapnya.

Di sisi lain, pihaknya juga berusaha melakukan kampanye yang menekankan pentingnya meningkatkan imunitas tubuh dengan makanan yang bergizi. 

"Minum vitamin, istirahat cukup, olahraga teratur, hati yang gembira, dan tidak panik. Kita juga mengajak komponen masyarakat untuk menjaga yang sehat tetap sehat, yang kurang sehat agar sehat serta yang sakit diobati agar menjadi sembuh," imbuhnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah melakukan langkah perlindungan sosial dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp 405,1 triliun yang merupakan program prioritas untuk bidang kesehatan. 

Gugus tugas juga melakukan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas yaitu pemerintah, peneliti, dunia usaha masyarakat dan juga media.  "Mulai dari tingkat pusat provinsi, kabupaten, kota hingga desa kelurahan," ujarnya.

Doni juga menyampaikan terima kasih kepada semua tenaga medis sebagai garda terdepan dalam melawan virus corona ini. 

"Terima kasih yang tak terhingga kepada dokter tenaga medis yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan jiwa raga untuk melayani masyarakat. Mereka adalah pahlawan kita, pahlawan kemanusiaan. Mari kita berdoa untuk mereka yang wafat semoga arwahnya diterima sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT," tandasnya. 

Komentar