Stok Pangan Ibu Kota Aman Selama PSBB
ASKARA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat (10/4).
Selama masa PSBB ini, Pemprov DKI menjamin stok pangan aman.
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI meminta masyarakat tidak khawatir. Selama diberlakukan PSBB, jalur untuk logistik dari luar daerah tidak dibatasi.
"Warga Jakarta tidak perlu khawatir," kata Kepala Dinas KPKP Darjamuni, Kamis (9/4).
Menurutnya, dinas KPKP juga sudah berkoordinasi dengan berbagai distributor untuk memastikan pasokan pangan di ibu kota selama dua pekan ke depan atau selama diberlakukan PSBB untuk mendukung kecukupan pangan masyarakat.
"Pemprov melalui BUMD, Bulog dan para pelaku usaha pangan telah berkolaborasi untuk mendukung kecukupan pangan bagi warga Jakarta," jelas Darjamuni.
Pasokan beras yang masuk di Jakarta melalui Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan PT Food Station Tjipinang Jaya setiap hari kurang lebih 3.000 ton. Stok Beras yang ada saat ini di Bulog, PT Food Station Tjipinang Jaya dan Pasar Induk Beras Cipinang mencapai 254.891 ton. Ketersediaan beras itu bisa mencukupi kebutuhan warga Jakarta hingga lima bulan ke depan.
"Cukup untuk lima bulan ke depan," kata Darjamuni.
Kemudian ketersediaan gula pasir saat ini mencapai 5.733 ton. Jumlah ini belum terhitung dengan jumlah stok para distributor.
"Kalau ditambah dengan stok gula yang ada di distributor maka gula pasir di Jakarta hingga Idul Fitri 2020 dijamin aman," jelas Darjamuni.
Untuk daging sapi saat ini tersedia sebanyak 9.808 ton. Begitu juga dengan minyak goreng, telur, bawang merah,cabai, sayur dan buah-buah persediaannya sudah sangat memadai.
Berbagai BUMD seperti PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Pasar Jaya, PD Dharma Jaya sudah mempunyai kontrak tetap dengan para distributor atau petani di luar Jakarta.
"BUMD pangan DKI Jakarta telah melakukan kontrak dengan para petani atau gapoktan dari berbagai daerah produsen pangan," demikian Darjamuni. (kesatu)

Komentar