963 ABK Sudah Kembali ke Tanah Air
ASKARA - Kementerian Luar Negeri mencatat sudah lebih dari 900 anak buah kapal (ABK) yang dipulangkan ke Tanah Air.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu Judha Nurgaha mengatakan bahwa virus corona (Covid-19) telah mempengaruhi operasi kapal pesiar di dunia. Sehingga membuat pihak pemilik kapal atau perusahaan untuk mengembalikan para ABK.
Tercatat ada 12.748 ABK berkewarganegaraan Indonesia di kapal pesiar yang dioperasikan 10 perusahaan operator. Jumlah tersebut merupakan ABK yang terdampak akibat wabah corona.
Namun tidak seluruhnya pulang ke Indonesia. Dalam beberapa catatan, ada ABK yang memutuskan untuk tetap bekerja.
"Jadi ketika kapal tidak beroperasi pelayarannya untuk mengangkut penumpang kapal tersebut tetap memerlukan apa yang disebut minimum safe manning. Beberapa memutuskan untuk tetap meneruskan pekerjaannya," jelas Judha melalui live streaming Youtube, Rabu (1/4).
ABK yang sudah kembali ke Indonesia sebanyak 963 orang. Mereka yang pulang ada yang menggunakan pesawat komersil maupun pesawat carter.
Beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah yakni berkomunikasi dengan otoritas pemerintah setempat, termasuk dengan pihak operator kapal dan perusahaan yang memberangkatkan ABK WNI.
"Kemudian memastikan ABK kita sehat. Dan jika terjangkit Covid-19 akan dilakukan perawatan sesuai dengan protokol kesehatan yang diperlukan," ujar Judha.
Kemlu juga melakukan pemeriksaan terhadap ABK sesuai dengan aturan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
"Dan yang pasti juga memastikan hak-hak ABK terpenuhi. Jadi dari komunikasi kami terhadap pihak operator kapal tidak memutuskan hubungan kerja, bahkan ada operator kapal yang tetap memberikan gaji walaupun mereka sudah kembali ke Indonesia," demikian Judha.

Komentar