Jumat, 19 Juni 2026 | 03:44
NEWS

Banjir Rendam 9.285 Rumah di Kabupaten Bandung, Satu Orang Meninggal

Banjir Rendam 9.285 Rumah di Kabupaten Bandung, Satu Orang Meninggal
Banjir di Kabupaten Bandung (Dok BNPB)

ASKARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaporkan sebanyak 9.285 rumah di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terendam banjir, Selasa (31/3). 

Bencana itu juga berdampak kepada 15.639 kepala keluarga (KK) atau 56.251 jiwa. 76 KK atau 315 jiwa yang terdiri dari 24 balita dan 28 lansia terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo mengatakan, Kecamatan Dayuehkolot menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir. 

"Sebanyak 5.688 kepala keluarga atau 19.696 jiwa yang terbagi di tiga desa yakni Desa Dayeuhkolot, Desa Citeureup dan Kelurahan Pasawahan terdampak banjir sejak Senin (30/3)," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (31/3).

Banjir di Dayeuhkolot juga merendam sebanyak 4.092 rumah, 8 tempat ibadah dan 2 sekolah, dengan rata-rata tinggi muka air sekitar 10-280 sentimeter. Banjir tersebut memaksa 33 kepala keluarga atau 111 jiwa mengungsi.

Kemudian di Kecamatan Baleendah terdapat 5.515 kepala keluarga atau 20.518 jiwa yang tinggal di Kelurahan Andir dan Baleendah terdampak banjir. 

"Sebanyak 4.439 rumah, 26 sekolah dan 38 tempat ibadah terendam banjir dengan rata-rata TMA 20-290 sentimeter di wilayah tersebut," beber Agus. 

Di Kecamatan Bojongsoang ada 965 KK/2812 jiwa terendam banjir. Sebanyak 45 rumah di Desa Bojongsoang, Desa Bojongsari dan Desa Tegaluar terendam dengan rata-rata TMA 40-190 sentimeter. 

"Banjir di wilayah itu juga menyebabkan 1 warga meninggal dunia karena terpeleset saat hendak mengungsi," kata Agus. 

Banjir selanjutnya merendam dua Desa yakni Desa Tarajusari dan Desa Tanjungsari di Kecamatan Banjaran dengan rata-rata TMA 30-120 sentimeter. Banjir di wilayah itu membuat 59 kepala keluarga terdampak.

Bencana banjir ini juga merendam di Desa Sumber Sari, Kecamatan Ciparay dengan rata-rata TMA 30-80 sentimeter. Sebanyak 230 kepala keluarga atau 690 jiwa terdampak banjir tersebut.

Selain merendam ribuan rumah, banjir di Kabupaten Bandung tersebut juga sejumlah ruas jalan raya terendam antara lain. 

Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot TMA 10-80 sentimeter, Jalan Raya Ciparay-Dayeuhkolot TMA 10-90 sentimeter, Jalan Andir-Ketapang TMA 10-280 sentimeter, Jalan Raya Depan Metro TMA 50-100 sentimeter. 

"Jalan Raya Bojongsoang TMA 20-50 sentimeter, Jalan Raya Cikares TMA 30-60 sentimeter, Jalan Raya Dayeuhkolot TMA 10-80 sentimeter," tutur Agus. 

Akibat bencana ini tanggul penahan sungai Cisunggalah di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk jebol dan menyebabkan sedikitnya 8 rumah rusak sedang (RS) dan 2 rumah rusak berat (RB) dan lainnya terendam banjir dengan rata-rata TMA 10-150 sentimeter.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung terus berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Basarnas dan pihak Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Baleendah serta relawan untuk melakukan asessmen lanjutan dan evakuasi para warga.

Komentar