Lindungi Prajurit dan Keluarga, Korem 174/ATW Lakukan Penyemprotan Disinfektan
ASKARA - Bupati Merauke Frederikus Gebze menyatakan bahwa Merauke dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah virus corona atau Covid-19.
Pernyataan tersebut disampaikan bupati didampingi unsur muspida pada Minggu (22/3) menyusul adanya dua pasien yang menjalani perawatan di RSUD Merauke dinyatakan positif Covid-19.
Berkaitan dengan penyebaran Covid-19 semakin meluas di beberapa negara termasuk Indonesia dan khususnya di Kabupaten Merauke, berbagai upaya pencegahan dilakukan sesuai arahan pemerintah. Salah satunya dengan penyemprotan cairan disinfektan dan menyediakan tempat sanitasi.
Seperti yang dilakukan Korem 174/ATW dengan melakukan penyemprotan cairan pembasmi kuman (disinfektan) di area perkantoran, perumahan dan jalan masuk kesatrian hingga perumahan serta tempat ibadah.
Menurut Kapenrem 174/ATW Mayor Inf Suko Raharjo, kegiatan pencegahan dilakukan dengan dua tahap. Pertama, penyemprotan yang telah dilaksanakan pada Kamis 26 Maret dan yang kedua dengan menyediakan tempat sanitasi dan bilik sterilisasi di pintu gerbang masuk kesatrian.
"Jadi setiap tamu maupun anggota yang akan masuk wajib mengikuti prosedur tersebut," ucapnya, Senin (30/3).
Mayor Inf Suko Raharjo mengatakan bahwa hal itu dilakukan sebagai bentuk upaya Korem 174/ATW melindungi prajurit beserta keluarganya dari penyebaran Covid-19 sedini mungkin. Karena virus tersebut sudah masuk wilayah Merauke.
"Penyemprotan disinfektan tersebut difokuskan di area perumahan, perkantoran, aula, lapangan apel serta tempat ibadah. Itu sebagai langkah awal untuk melindungi prajurit dan keluarganya," jelasnya.
Dengan adanya bilik sterilasasi dan penyemprotan disinfektan, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang bersih. Sehingga prajurit Korem 174/ATW dan keluarganya dapat beraktifitas dengan tenang.

Komentar