Tony Wenas Tak Lagi Maju, Munas IX PAPPRI Digelar 2027
ASKARA - Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) mulai mematangkan persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) IX 2027. Dalam rapat pleno DPP PAPPRI di De Heng House, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026), organisasi tersebut menetapkan sejumlah agenda penting, termasuk jadwal Munas dan pembentukan Steering Committee (SC).
Munas IX PAPPRI disepakati berlangsung pada 15–16 April 2027. Rapat pleno juga menetapkan Johnny Maukar sebagai Ketua SC bersama enam anggota. Sementara pembentukan Organizing Committee (OC) akan ditawarkan terlebih dahulu kepada DPD PAPPRI yang dinilai mampu menjadi tuan rumah.
Ketua Umum DPP PAPPRI periode 2022–2027, Tony Wenas, dalam sambutannya mengaku menikmati perjalanan selama memimpin organisasi para pekerja musik tersebut. Berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai konser, sertifikasi bidang musik hingga kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hak cipta.
Namun, Tony memastikan dirinya tidak akan mencalonkan kembali sebagai Ketua Umum PAPPRI periode 2027–2032. Faktor kesibukan menjadi salah satu alasan utama keputusan tersebut.
“Dalam mencalonkan Ketua Umum PAPPRI mendatang, sebaiknya jangan mengusulkan saya lagi. Saya pikir semakin tua ini pekerjaan semakin ringan, ternyata malah semakin sibuk,” ujar Tony, disambut tawa peserta pleno.
Meski tidak lagi maju sebagai calon ketua umum, Tony menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung PAPPRI. Ia bahkan membuka kemungkinan mengikuti tradisi organisasi dengan menempati posisi Dewan Pembina setelah masa kepemimpinannya berakhir.
Tony menyebut sejumlah mantan Ketua Umum PAPPRI yang tetap berkontribusi setelah tidak lagi memimpin, antara lain Enteng Tanamal, Dharma Oratmangun, Tantowi Yahya dan Hendropriyono.
“Saya akan tetap mendukung PAPPRI. Jangan khawatir, saya akan tetap bersama PAPPRI,” tegasnya.
Sekjen PAPPRI Dwikki Darmawan menjelaskan, selain menetapkan jadwal Munas, rapat juga menyepakati mekanisme persiapan penyelenggaraan. DPD-DPD akan terlebih dahulu diberi kesempatan mengajukan diri sebagai tuan rumah Munas IX.
Sejumlah daerah disebut berpotensi menjadi lokasi Munas, antara lain Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Banten. Jika tidak ada DPD yang siap menjadi penyelenggara, Munas akan digelar di Jakarta.
“Untuk SC kita sepakat ketuanya Johnny Maukar dibantu enam orang anggota. Untuk OC, karena Munas akan ditawarkan terlebih dahulu ke DPD, jika ada DPD yang sanggup dan mampu, maka OC-nya dari DPD selaku penyelenggara Munas,” jelas Dwikki.
Sementara itu, pembahasan lebih lanjut mengenai calon ketua umum, lokasi Munas serta agenda lainnya akan dibawa dalam Rapimnas PAPPRI yang dijadwalkan berlangsung November 2026.
Bagi Tony Wenas, pergantian kepemimpinan bukan berarti berakhirnya pengabdian. Ia menilai kekuatan PAPPRI justru terletak pada kebersamaan para musisi yang terus berkarya lintas generasi.
“Kalau profesi dokter, pegawai ada pensiun di masa tua, kalau musisi tidak ada pensiunnya. Terus berkarya dan bermusik sampai menua dan mati,” kata Tony, yang kembali disambut gelak tawa peserta.
Rapat pleno tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPP PAPPRI, antara lain Lexi Budiman, Bembie Noor, Mila Rosa, Ayu Soraya, Johnny Maukar, Ade Andrini dan Hendra Sinadia.

Komentar