Kamis, 04 Juni 2026 | 09:00
NEWS

Stok Pangan Cukup, Bulog Waspadai Lonjakan

Stok Pangan Cukup, Bulog Waspadai Lonjakan
Ilustrasi stok pangan. (Tribunnews)

ASKARA - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan mampu mengatasi kebutuhan lonjakan pangan yang tak terduga. 

Seluruh jajaran sudah mewaspadai lonjakan tersebut baik menjelang Ramadhan dan Idul Fitri maupun kondisi tak terduga lainnya. 

Menurut Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, masyarakat tidak perlu khawatir terkait kebutuhan pangan. Karena pihaknya mengeluarkan instruksi untuk menyiapkan stok beras serta kebutuhan pangan lainnya yang menjadi tanggung jawab Bulog untuk selalu tersedia di masyarakat. 

Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut. 

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Bulog menjamin kebutuhan beras dan pangan lainnya tersedia di masyarakat walau ada lonjakan permintaan yang tiba-tiba," jelas Budi Waseso kepada media, Senin (30/3).

Selain itu, seluruh jaringan yang bekerja sama dengan Perum Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara online maupun offline. Juga sejumlah outlet milik Bulog seperti RPK (Rumah Pangan Kita) tersebar di seluruh Indonesia serta jaringan retail modern yang ada.
 
Dalam menjaga social distancing dan physical distancing, Bulog memiliki sistem penjualan secara online yaitu iPANGANANDOTCOM yang akan memberikan kemudahan dalam pembelian kebutuhan pangan. 

"Pangan yang dibeli melalui iPANGANANDOTCOM akan diantar langsung ke rumah pembeli. Sehingga akan mempermudah dan memastikan pendistribusian komoditi pangan langsung diterima oleh masyarakat tanpa perlu antre ke pasar," papar Budi Waseso.

Sistem belanja itu sudah bisa digunakan di tujuh kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Makassar dan Medan melalui aplikasi Shopee. 

Sementara khusus komoditi pangan utama yaitu beras, Bulog memiliki stok yang tersimpan di gudang-gudang seluruh Indonesia dengan total mencapai 1,4 juta ton dari total kapasitas gudang yang tersedia sebanyak 3,8 juta ton. 

"Ketersediaan stok beras akan terus bertambah mengingat akan memasuki musim panen raya. Sehingga pasokan beras betul-betul aman tersedia bagi kebutuhan masyarakat dalam situasi apapun," demikian Budi Waseso. 

Komentar