Saatnya Melibatkan Perangkat RT/RW untuk Mengawasi Physical Distancing
ASKARA - Indonesian Young Scientist Forum menekankan pentingnya membangun partisipasi masyarakat dari perangkat RT/RW. Hal itu untuk memetakan kluster atau individu yang mempunyai risiko tinggi terinfeksi Covid-19.
Terlebih sudah diterapkannya physical distancing yang artinya menjaga jarak fisik antar manusia. Jadi imbauan tidak hanya menghindari kerumunan orang, tapi menjaga agar tidak berdekatan.
Anggota Indonesian Young Scientist Forum, dr Tuswadi mengatakan, individu yang punya risiko tinggi ialah orang lanjut usia dan yang punya penyakit kronis seperti kardiovaskular, TBC, diabetes serta darah tinggi.
Selain itu, orang yang sedang dalam pengobatan immunosuppresant seperti penderita kanker, penyakit auto imun. Merujuk dengan data dari rumah sakit dan klinik.
"Sejumlah orang yang mempunyai risiko tersebut sebaiknya dipisahkan atau memisahkan diri dari masyarakat umum secara ketat dan diisolasi selama pandemi ini," ujarnya, Kamis (26/3).
Hal itu penting karena mereka memiliki risiko perawatan di rumah sakit dan kematian yang sangat tinggi. Mengenai partisipasi masyarakat juga diperlukan saat ini. Selain imbauan pemerintah di media sosial.
"Saat ini sudah saatnya melibatkan perangkat pemerintah di tingkat RT/RW agar turut aktif mengawasi physical distancing ini," kata dr Tus, sapaannya.
Sebelumnya, Indonesian Young Scientist Forum sudah merekomendasi untuk mitigasi dan penanggulangan Covid-19 untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Seperti perlunya ada kajian Health Technology Assessment.
Meningkatkan kapasitas dan kemampuan pengujian Covid-19 berbasis robotik, desentralisasi perawatan untuk meringankan beban rumah sakit dengan wireless hospital center Covid-19 Berbasis video call. Serta membangun partisipasi masyarakat.
"Kalau konteks sekarang menurut saya pribadi yang perlu penekanab ya poin partisipasi masyarakat," ucapnya.
Pembentukan desa siaga Covid-19 dengan mengecek dan melaporkan kegiatan di desanya dan memastikan tidak ada kegiatan yang mengumpulkan orang banyak di luar rumah. Bisa juga memantau ODP agar tidak berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya.
"Desa siaga ini juga dapat ikut aktif memastikan pendataan mobilitas penduduknya selama 14 hari terakhir (bisa menggunakan media sosial yang mudah, misalnya WA)," tuturnya.
Selain itu, perlu dikoordinasikan dengan dinas sosial dan kesehatan setempat apabila ada inisiatif dapur umum dari dan untuk masyarakat agar tetap memperhatikan faktor kesehatan dan keamanan.
"Desa-desa di daerah kami juga sudah mulai bergerak. Penyemprotan disinfektan dan lain-lain," tandas Direktur Politeknik Banjarnegara Jawa Tengah itu.

Komentar