Rabu, 17 Juni 2026 | 21:07
NEWS

Tidak Ada Lagi Penumpukan Penumpang Setelah Normalisasi Jadwal

Tidak Ada Lagi Penumpukan Penumpang Setelah Normalisasi Jadwal
Tangkapan layar penumpukan penumpang dalam perjalanan KRL pada Senin (23/3). (Instagram)

ASKARA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengakui terjadi penumpukan penumpang di sejumlah stasiun saat pemberlakukan penyesuaian pencegahan virus corona pada Senin kemarin (23/3). 

Namun kini situasi kembali normal setelah penyesuaian dicabut. 

Sebelumnya penyesuaian mengurangi jam operasional seluruh rute KRL menjadi pukul 06.00-20.00 WIB dengan jumlah pengoperasian sebanyak 713 perjalanan.

Kebijakan tersebut berdampak pada penumpukan penumpang di sejumlah stasiun, bahkan viral sebuah foto yang memperlihatkan penumpang berdesak-desakan di dalam gerbong. Sebuah situasi yang seharusnya dihindari saat upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).  

Situasi itu membuat PT KCI mengevaluasi dan memutuskan untuk normalisasi jadwal yakni dengan kembali beroperasi melayani 991 perjalanan per hari mulai pukul 04.00-24.00 WIB. Hal ini berlaku untuk 80 stasiun dan seluruh rute KRL.

Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, perjalanan normal KRL saat ini diharapkan dapat memutus penyebaran virus corona. Di sisi lain, work from home (WFH) juga terus ditekankan. 

"WFH semakin efektif, perjalanan KRL normal kita berharap ini bisa membantu kita semua memutus peredaran virus, stay at home. Kami operator KRL siap melayani pengguna yang dengan terpaksa naik karena suatu hal yang mendesak dan urgent. Kalau untuk jalan-jalan tolong jangan," jelasnya, Selasa (24/3).

Anne juga menekankan imbauan agar tidak ada lagi warga yang membawa anak kecil dalam melakukan perjalanan.

"Khususnya buat ibu/bapak yang masih membawa anak kecil kami imbau agar tidak lagi melakukan hal tersebut. Kita harus kerja sama memerangi virus ini," tuturnya. 

Pencegahan virus juga dilakukan pihaknya dengan memperbanyak tempat cuci tangan, seperti halnya di Stasiun Bogor, Bekasi, Juanda hingga Manggarai.

"On progress (Stasiun) Depok, Gondangdia, Universitas Indonesia dan Jakarta Kota," sambung Anne.

Penyediaan tempat cuci tangan didasari karena sulitnya hand sanitizer. Cuci tangan dengan sabun dipilih untuk diperbanyak lantaran ampuh mengantisipasi virus. 

"Jadi semua upaya kita lakukan. Digunakan bijaksana dan jangan main-main dengan penyebaran virus ini," demikian Anne. 

Komentar