Tes Massal Covid-19 Anggota DPR Lukai Rakyat
ASKARA - Rencana tes massal virus corona (Covid-19) terhadap seluruh anggota DPR RI mendapat kritik berbagai pihak. Karena pimpinan, anggota dewan beserta keluarganya disebut mendapatkan keistimewaan dalam melakukan tes.
Ekonom dan pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J. Rachbini mengatakan, keistimewaan tersebut dipertontonkan sedemikian rupa di depan publik tanpa melihat keadaan dengan mata hati yang jernih.
"Apa gerangan yang terjadi pada pimpinan dan anggota dewan sehingga tega melukai perasaan rakyat yang sedang mengalami kesusahan berat pada saat ini," ujarnya kepada media, Selasa (24/3).
Sebenarnya fasilitas itu tidak seberapa, tidak mahal tetapi pelajaran moralnya yang sangat mahal. Dibarengi dengan komunikasi yang buruk ke publik.
"Semestinya diam, tidak memberikan tontonan yang menyakiti hati rakyat. Jika tidak bisa berbuat untuk rakyat," ucap Didik.
Kesusahan rakyat dan dampak ekonomi yang luar biasa berat sama sekali tidak dipertimbangkan dalam mengkomunikasikan fasilitas tes corona yang istimewa untuk anggota DPR dan keluarganya.
"Dengan ringan hati menyiarkan fasilitas istimewa para pimpinan dan anggota DPR yang terhormat. Ini sungguh merupakan pelanggaran etika politik yang sangat tidak terhormat bagi pimpinan dan anggota DPR," tutur Didik.
Dikatakannya, wakil rakyat harus mendahulukan kepentingan rakyat. Program tersebut harus dibatalkan karena telah melukai hati rakyat dan menciptakan ketidakpercayaan publik kepada lembaga negara.
"Para anggota yang masih memiliki hati sebaiknya tidak ikut program tersebut," kata Didik.
Inisiatif individu keluarga saja tidak perlu mempertontonkan fasilitas istimewa untuk wakil rakyat ketika duka rakyat begitu mendalam akibat wabah Covid-19.
Cara yang baik, wakil rakyat dengan kempimpinannya sepatutnya datang ke konstituen membangun kebersamaan, tindakan kolektif, dan gotong royong karena secara bersama-sama terancam.
"Keadaan kritis seperti ini hanya bisa diselesaikan dengan lebih baik. Dan lebih baik dengan tindakan kolektif bersama," tandas Didik.
Sekjen DPR RI menjadwalkan tes Covid-19 bagi para anggota dewan serta keluarganya mulai Kamis (25/3).
Menurut Sekjen DPR Indra Iskandar, saat ini pembagian jadwal masih dalam penyusunan karena jumlah peserta yang ikut diperkirakan mencapai 2.000 orang. Asumsi ini berdasarkan jumlah anggota dewan sebanyak 575 orang dengan masing-masing empat anggota keluarga.
Bahkan tidak hanya anggota dewan dan keluarganya saja yang difasilitasi tes Covid-19. Sopir atau asisten rumah tangga (ART) yang bekerja dengan anggota dewan juga mendapatkan fasilitas yang sama.

Komentar