Rabu, 10 Juni 2026 | 06:08
NEWS

Mudik Gratis Lebaran 2020 Batal

Mudik Gratis Lebaran 2020 Batal
Ilustrasi. (Dara)

ASKARA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memutuskan untuk meniadakan program mudik gratis pada masa Angkutan Lebaran 2020. 

Kebijakan ini menjadi keputusan resmi setelah mempertimbangkan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia. Keputusan ini mulai berlaku selama 91 hari terhitung sejak 29 Februari hingga 29 Mei mendatang.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa baik program mudik gratis yang diadakan oleh pemerintah hingga swasta akan ditiadakan. 

"Melihat kondisi penyebaran virus Covid-19 yang begitu massif belakangan ini saya rasa ini keputusan yang tepat walau berat. Mudik gratis akan dibatalkan. Oleh karena itu, saya harap masyarakat pun dapat mengerti dan mematuhi apa yang sedang dilakukan pemerintah. Saat ini kami juga aktif mendorong masyarakat untuk tidak mudik, meminimalisir mobilisasi agar tidak memperluas kemungkinan penularan Covid-19," jelasnya, Senin (23/3). 

Budi menuturkan, mudik gratis dengan bus dan kapal penyeberangan semuanya dihapus. Sebab jika dipaksakan akan berisiko tinggi pada peningkatan penyebaran virus corona.

"Saat ini kita akan berganti fokus, saling bantu membantu antara pemerintah pusat maupun daerah untuk mengatasi penularan Covid-19. Karena kita tahu dengan mudik artinya ada arus orang banyak yang akan melakukan perjalanan. Ini tentu berbahaya dan berisiko tinggi jika tetap dilakukan," ujarnya.

Budi juga berharap peran serta masyarakat untuk tidak bepergian dan mematuhi kebijakan tersebut, apalagi melakukan mudik pada saat libur Lebaran nanti. 

"Oleh karena itu kami sampaikan kepada masyarakat yang sudah mendaftar mudik gratis, kami mohon maaf atas pembatalan ini. Saya imbau juga untuk masyarakat pada umumnya untuk tidak melakukan perjalanan dulu hingga situasi kondusif," katanya.

"Mudik ini melibatkan banyak massa, berpotensi menjadi titik penyebaran virus tersebut. Yang mudik bepergian ke daerahnya masing-masing akan berpotensi membuat wilayah persebaran Covid-19 semakin luas. Kami akan gencarkan kampanye ini secara terus menerus," pungkas Budi.

Komentar