Doni Monardo Minta Masyarakat Patuhi Social Distancing, Setop Wacana Lockdown
ASKARA - Ketua Gugus Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19), Doni Monardo meminta masyarakat untuk tidak lagi membahas wacana penutupan sementara (lockdown).
Hal itu ditegaskan Doni menyusul banyaknya permintaan sejumlah masyarakat agar Pemerintah Indonesia menerapkan lockdown seperti yang sudah dilakukan negara lain seperti China, Itali, Polandia, El Savador, Irlandia, Denmark, Filipina, Lebanon, Selandia Baru, Belgia, Prancis, Spanyol dan yang terbaru adalah Malaysia.
Sementara di Indonesia, saat ini baru memberlakukan Pembatasan Lalu Lintas Orang sejak Jumat (20/3) lalu yang berlaku dua pekan. Kebijakan ini hanya membatasi sejumlah negara untuk datang maupun transit seperti Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss dan Inggris.
"Hentikan segala polemik yang berhubungan dengan status yang berbau seperti halnya istilah lockdown," tegas Doni di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, Minggu (22/3).
Doni meminta masyarakat Indonesia disiplin menerapkan social distancing (jaga jarak sosial). Hal itu menurutnya, ampuh mengurangi penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok ini.
"Yang kita butuhkan sekarang adalah kedisiplinan tentang bagaimana kita bisa menjabarkan sosial distancing, jaga jarak jangan berdekatan dilarang berkumpul, ini tolong dipatuhi," pintanya.
Kepala Badan Nasional Pelanggulangan Bencana ini juga menjamin efek dari social distancing dalam penyebaran virus corona.
"Tanpa kita mematuhi ini maka semakin banyak masyarakat terpapar, kita bisa selamat, bisa sehat apabila kita bisa berdisiplin," ujarnya.

Komentar