Demam Berdarah Ancam Warga Kota Depok, 3 Orang Meninggal Dunia
ASKARA - Ancaman penyebaran virus corona menjadi perhatian pemerintah saat ini. Walaupun demikian, selain Covid-19 ada ancaman lain yang dikhawatirkan warga, yakni Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hal tersebut dirasakan warga Kota Depok, Jawa Barat. Seperti yang terlihat di Perumahan Depok Multa 1, Beji, Depok, Minggu (22/3) warga dengan inisiatif sendiri melakukan pengasapan (fogging) lantaran permintaan yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan Kota Depok belum direspons.
"Infonya, permintaan fogging diprioritaskan di kawasan yang sudah ada positif penderita DBD. Kami fogging mandiri saja, masak harus nunggu warga saya terkena dulu baru dilayani," kata Agung Arsbinco, Ketua RT 04/15, Beji, Depok.
Di tengah ancaman virus Corona, DBD masih jadi momok di Kota Depok. Data Dinas Kesehatan Depok awal Maret 2020, gigitan nyamuk aedes aegypti telah menjangkiti 288 warga dan tiga di antaranya meninggal dunia.
"Ada 288, yang meninggal tiga orang. Penyebaran di semua kecamatan ada," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, beberapa waktu lalu.
Menurut Novarita, tiga dari 11 kecamatan di Depok, masuk kategori zona merah DBD, yaitu Sawangan, Pancoranmas, dan Cimanggis.

Komentar