Senin, 15 Juni 2026 | 23:38
OPINI

Catatan Kecil Tentang Covid-19 dalam Perjalanan KRI dr. Suharso

Catatan Kecil Tentang Covid-19 dalam Perjalanan KRI dr. Suharso
RS Terapung KRI dr Soeharso (Grid.id)

Fakta klinis menarik disaksikan tentang perjalanan klinis virus ini pada tubuh penderita adalah demam.

Demam didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh dalam kondisi normal di atas 37,5 derajat celcius, tetapi kenyataannya sangat sulit dirasakan sebagai sebuah gangguan di badan apabila tidak menyentuh angka di atas 38 derajat celcius. 

Virus, selalu akan melewati fase akut yang paling mudah dikenali dengan timbulnya demam.

Pada kenyataannya justru virus itu ada pada penderita (sesuai anamnese penderita dari MV Diamon Princes) didapat pada suhu antara 37,5-38 derajat celcius. 

Menurut data, virus akan menampakkan gejalanya dengan cara mendompleng (komorbid) bila ada penyakit lainnya, (lansia dengan penyakit), asma saat kambuh, DM dalam perawatan dan yang lainnya.

Pertanyaannya:

1. Apakah kita harus panik? Jawabannya tidak. Sekali lagi tidak.

Penjelasan ilmiah, beberapa jenis golongan virus akan dieliminasi dengan sendirinya oleh badan saat badan dengan segala imunitasnya siap.

Data pasien dari Jepang dan tinjauan ilmiah mengatakan bahwa dalam rata rata 3-4 hari virus itu akan hilang dengan catatan kondisi badan baik (virus covid-19 sesuai data ilmiah yang ada sampai sekarang ini).

Pengenalan sistem pendeteksi tubuh terhadap penyakit (bakteri atau virus) dilakukan oleh sel memori, dan akan dikenali oleh sistem imunitas imunoglobulin (Ig G dan Ig M). Fungsi Ig M adalah sistem pengenalan badan pada fase akut (saat itu terjadi gejala) dan Ig G adalah sistem kekebalan badan yang hanya berfungsi sebagai catatan di badan yang mencatat sejarah penyakit yang terkena bahkan sampai bertahun-tahun atau seumur hidup.

2. Apakah Ig G berguna dalam kasus covid-19 ini?

Penjelasannya:
Sampai saat ini belum ada data karena harus dibuktikan secara ilmiah dalam 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun (dalam bahasa ilmiahnya disebut survivalnya). Tentu saja karena baru saja terjadi pada 2019.

Oleh sebab itu, inilah alasan mengapa WHO mengatakan "keep update corona 19 ini, tetap waspada, jangan lengah."

3. Apa yang harus dilakukan?

Penjelasannya:
Menjaga sistem imunitas badan agar tetap baik dapat dilakukan secara sederhana dengan makan, minum sehat, berolah raga secara baik dan terukur baik dalam suhu matahari yang sesuai (pagi atau sore) dan memeriksa diri berkala secara medis untuk mengetahui kondisi badan dan memperbaiki gangguan yang ada. (Konsultasikan kepada dokter)

4. Apakah psikosomatis?

Psikosomatis adalah gangguan sederhana yang dimulai dari kondisi psikis dan diterjemahkan badan dalam wujud gangguan klinis badan.
Dikenal dalam dunia medis istilah GAF ( Global Assesment of Functioning) yaitu penilaian secara subyektif dan dilakukan secara numerik untuk menilai kesehatan metal, fungsi sosial, pekerjaan dan psikologis individu.

Secara sederhana dapat diuraikan bahwa terjadinya penyakit selain agen asing (bakteri, virus) juga melibatkan kondisi mental seseorang. Seberapa besar seseorang dapat menghadapi persoalan dalam kehidupan secara mental dinilai dalam GAF.

5. Sebagai penutup.

Mendekatkan diri kepada Tuhan dalam setiap pergerakan dan kegiatan adalah langkah pertama untuk memuai hari dengan penuh keyakinan.

 

dr. Gunady WR, SpPD. KGEH

KRI dr. Suharso, Jalesviva Jayamahe.
Natuna, 19 Maret 2020

Komentar