Kamis, 11 Juni 2026 | 07:28
NEWS

Mendagri Tito Puji dan Soroti Kebijakan Anies Tangani Corona

Mendagri Tito Puji dan Soroti Kebijakan Anies Tangani Corona
Mendagri Tito Karnavian (Kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Kiri) di Balaikota, Selasa (17/3). (Askara/Aprilia Rahapit)

ASKARA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyambangi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/3). 

Kedatangan Tito membahas terkait pencegahan dan pengendalian virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta. 

Sebelum bertemu Tito, Anies mengatakan telah berkomunikasi secara intensif dengan mantan Kapolri itu. 

"Selama ini komunikasi terus secara rutin lewat telepon, WhatsApp, saling berkomunikasi untuk memastikan langkah-langkah yang kami lakukan dalam pengendalian Covid-19 dijalankan dengan baik dan koordinasi dengan pempus in line," ujar Anies. 

Menurut Anies, pertemuan tersebut seharusnya digelar di kantor Kemendagri. Namun, rencana berubah lantaran Tito Tito memilih untuk mendatanginya. 

"Pak Tito berbaik hati mau mampir ke Balkot. Kangen sama Balkot. Dulu beliau ketika Kapolda pasti sering datang ke Balkot," kata Anies.

Sementara, Tito mengatakan sudah banyak langkah yang dilakukan Anies dalam mencegah dan menangani penyebaran virus corona. Namun, menurut Tito langkah yang diambil Anies tersebut tidak disampaikan ke publik agar tidak menimbulkan kepanikan. Meskipun, kata Tito, virus corona memiliki mortalitas kematian yang cukup rendah. 

"Kita tidak ingin kemudian isu yang muncul ke publik membuat publik menjadi panik sehingga akhirnya muncul dampak lain selain masalah penyakit itu sendiri atau virus itu sendiri, termasuk ke masalah ekonomi dan lain-lain," ungkap Tito. 

Dikatakan Tito, langkah-langkah yang dilakukan Anies mulai dari antisipasi awal kemudian pencegahan, sosialisasi serta langkah mitigasi hingga antisipasi ke depan patut diapresiasi.

"Kita menyampaikan penghargaaan kepada bapak gubernur atas langkah-langkah tersebut, dimana titik sentral isu, meskipun sekali tingkat kematian Covid-19 ini relatif rendah, dan banyak case menunjukkan bahwa banyak yang sembuh dengan sendirinya ketika daya tahan tubuh memang kuat," tuturnya. 

Namun demikian, Tito juga menyoroti efek kebijakan Anies terkait dengan  pertimbangan ekonomi, sosial budaya hingga keamanan. Salah satunya kebijakan transportasi, di mana beberapa hari lalu, Anies mengurangi armada ataupun rangkaian di sejumlah moda transportasi, yang kemudian dicabut kembali setelah adanya penumpukan penumpang pada Senin pagi (16/3). 

"Ini terutama dalam rangka menerapkan kebijakan social distancing, menjaga jarak masyarakat, sehingga di dalam satu bus atau dalam satu LRT-MRT di gerbong jumlahnya dikurangi sehingga terjadi jarak, jangan sampai bertumpuk karena begitu betumpuk maka risiko corona akan begitu tinggi," tuturnya. 

Penumpukan penumpang tersebut, tambah Tito, seharusnya tidak terjadi. Terlebih Jakarta merupakan penghubung antara kota-kota lainnya seperti Tangerang, Depok, hingga Bekasi. Atas kebijakannya tersebut, Anies juga seharusnya mampu berkoordinasi dengan kepada daerah kota-kota tersebut.

"Maka ini bapak gubernur menyampaikan masukan-masukan yang perlu dikoordinasikan juga dengan wilayah-wilayah tetangga lainnya, bahkan hanya itu tapi perlu juga dikoordinasikan dengan provinsi-provinsi lain karena banyak masyarakat-masyarakat dari provinsi lain yang datang ke Jakarta, atau yang dari Jakarta datang ke provinsi lain," ungkapnya.

Tito berencana menyampaikan seluruh kebijakan yang telah diambil Anies Baswedan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

"Nah, untuk itulah masukan-masukan dari pak gubernur nanti yang saya lihat cukup sistematis ini nanti akan saya sampaikan kepada gugus tugas yang sebetulnya sekarang sudah mulai rapatnya, saya akan sampaikan masukan-masukan dari strategi dan langkah-langkah yang dibuat oleh bapak gubernur," pungkasnya.

Komentar