Rabu, 17 Juni 2026 | 18:18
NEWS

TMMD di Fakfak untuk Memutus Separatisme

TMMD di Fakfak untuk Memutus Separatisme
Pelaksanaan TMMD ke-107 di Kampung Kanantare, Kabupaten Fakfak. (Dok. Kodim XVIII/Kasuari)

ASKARA - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 digelar di wilayah tugas Kodim 1803/Fakfak tepatnya di Kampung Kanantare, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Asisten Teritorial Kasdam XVIII/Kasuari Kolonel Kav Susanto Dwi Asmara menyampaikan, pelaksanaan TMMD merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI khususnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat. 

TMMD ke-107 di Kabupaten Fakfak ini sebagai langkah strategis. Mengingat Kampung Kanantare merupakan wilayah yang dikenal dengan sebutan daerah merah. Sebab sering terjadi aktivitas masyarakat membawa ide-ide separatis yang bertentangan dengan falsafah NKRI.

"Pelaksanaan kegiatan TMMD ini adalah sangat strategis karena salah satu sasaran kita adalah penguatan binter (pembinaan teritorial). Terutama wilayah-wilayah yang masih ada warganya memiliki paham berbeda dengan paham NKRI," jelas Susanto kepada media, Selasa (17/3).

Salah satu kegiatan yang digelar yaitu bersama-sama dengan masyarakat memberikan pemahaman tentang karya bakti. 

"Kita bantu mereka kemudian kita bergotong-royong. Salah satu tujuannya adalah untuk memutus rantai paham separatisme," terang Susanto. 

Menurutnya, di Papua Barat masih ada beberapa wilayah yang perlu penguatan binter. Karenanya, TMMD merupakan kegiatan yang penting dan sangat strategis bagi Kodam XVIII/Kasuari dalam rangka penguatan binter.

"Kita semua tentu berharap apa yang dikerjakan dalam TMMD ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. Sekaligus bisa menyadarkan masyarakat bahwa NKRI ini sudah final, kata Susanto.

Susanto mengajak seluruh pihak baik TNI, pemerintah daerah, dan komponen masyarakat saling bahu membahu membangun Kampung Kanantare dan Fakfak khususnya.

"Karena hal ini adalah menjadi tanggung jawab kita bersama, agar masyarakat Papua Barat dapat menikmati kesejahteraan," tandasnya. 

Senada, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Yatiman menambahkan bahwa dalam menentukan sasaran TMMD, Kodim Fakfak melihat pada tiga aspek yaitu geografi, demografi, dan kondisi sosial.

"Kami melihat Kampung Kanantare ini dari sudut kondisi sosial perlu adanya sentuhan dan pendampingan terhadap seluruh warga masyarakatnya," jelasnya. 

"Karena menurut penilaian kami dan pemerintah daerah bahwa di antara saudara-saudara kita warga kampung ini masih ada yang katakanlah terpapar ide-ide separatis," tambah Letkol Yatiman.

Komentar