Kamis, 11 Juni 2026 | 00:25
NEWS

Anies Cabut Sementara Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta

Anies Cabut Sementara Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan kebijakan ganjil genap disecbut sementara (Askara/Aprilia Rahapit)

ASKARA - Sejumlah kebijakan diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani penyebaran virus corona. Mulai dari penutupan serta meliburkan sekolah, meniadakan ganjil genap dan lainnya. 

Khusus untuk ganjil genap, Anies mengatakan, ganjil genap tidak akan berlaku di seluruh wilayah DKI Jakarta, sehingga masyarakat bisa memilih moda trasportasi yang minim resiko penularan. 

"Ini tidak diberlakukan dua minggu, tetapi kita cabut sementara dan akan diberlakukan lagi ketika kondisi sudah ter-KNTL (terkontrol)," ujar Anies, di Balaikota DKI Jakarta, Medan Merdeka Selatan, Minggu (15/3).

Anies juga memastikan kebutuhan pangan di DKI Jakarta aman dan terkendali.

"Kita tadi mendapatkan laporan, dari Bulog bahwa kalaupun tidak ada pasokan selama beberapa waktu ke depan saat ini ada stok 320 ribu ton beras. Tanpa pasokan kita bisa bertahan dua bulan. Dan ini Insya Allah diamankan juga dengan Pasar Jaya," tuturnya. 

Masyarakat penerima kebutuhan pokok bersubsidi juga dipastikan secara leluasa mendapatkan di Pasar Jaya.

"Kami hanya mengingatkan pentingnya melakukan penjarakkan antarwarga. Sehingga interaksi termasuk antrean- antrean itu diberikan ruang yang cukup," katanya. 

Sementara, masyarakat juga diimbau mengurangi kunjungan ke tempat-tempat hiburan atau tempat berkumpul lainnya. 

"Jauhi dan tinggal di rumah," ucapnya.

Sementara itu, untuk kegiatan belajar di sekolah, Anies menegaskan bahwa kebijakan hal itu bukan berarti pemerintah memberikan libur. 

"Ini berarti berada di rumah dan keluarga saya berharap khususnya orangtua menjaga, mengarahkan anak untuk berkegiatan di rumah. Dengan seperti itu maka kita akan bisa mengendalikan potensi penularan Covid-19. Jangan sampai ditiadakan kegiatan belajar mengajar. Diartikan sebagai liburan. Lalu bermain bersama di luar pergi ke tempat umum ke tempat hiburan justru meningkatkan potensi penularan," pungkasnya. 

Komentar