Minggu, 07 Juni 2026 | 08:21
NEWS

Selain Covid-19, Pemerintah Juga Harus Waspadai DBD

Selain Covid-19, Pemerintah Juga Harus Waspadai DBD
Ilustrasi DBD. (Harapanrakyat)

ASKARA - Pemerintah juga diminta waspada dengan meningkatnya kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Agar jangan sampai lantaran sibuk menangani penyebaran virus corona (Covid-19) tapi melupakan bahaya peningkatan kasus DBD. 

Data terakhir, lebih 16 ribu kasus dari Januari hingga Maret 2020 dengan jumlah korban meninggal sekitar 100 orang akibat virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti itu. Kasus tertinggi terjadi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur sebanyak 1.195 (per 10 Maret) dengan jumlah korban meninggal 14 orang. 

"Di antara penyebabnya selain kurangnya program berkelanjutan juga minimnya prasarana obat-obatan untuk menangani pasien," kata anggota Komisi IX DPR RI M. Nabil Haroen kepada media, Rabu (11/3).

Dia menjelaskan, pemerintah Indonesia harus belajar dari kasus corona yang terjadi di Italia dan Iran. Meski tingkat persebaran corona di Tiongkok memperlihatkan tren stagnan dan cenderung turun namun virus telah menyebar ke penjuru dunia. 

"Negara-negara Eropa sudah meningkatkan kewaspadaan dengan memberi informasi rutin dan realtime kepada warganya agar bersiap dan meningkatkan kewaspadaan diri," ujar Nabil Haroen.  

Pemerintah juga harus bersiap untuk kebijakan proteksi dengan skema-skema khusus. Komisi IX mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan dan institusi di bawahnya serta Kantor Staf Presiden yang mengomando informasi atas perkembangan kasus corona di Indonesia.

Beberapa negara seperti Jerman, Prancis dan Inggris sudah mulai melarang warganya mengadakan acara atau perkumpulan dalam jumlah besar. Beberapa institusi dan perusahaan juga sudah bersiap untuk sistem kerja online atau kerja dari rumah guna mengurangi kemungkinan persebaran virus. 

"Pemerintah Indonesia harus mempersiapkan kebijakan ini dengan secepatnya mengatur institusi dan lembaga-lembaga pemerintah untuk bersiap jika sewaktu-waktu tren virus corona meningkat drastis," jelas Nabil Haroen.

Meski begitu, dia meminta masyarakat untuk tidak panik namun harus bersiap. Persiapan yang baik adalah mengurangi aktifitas pertemuan fisik dengan banyak orang serta meningkatkan ketahanan fisik agar tidak mudah terjangkit penyakit dan virus. 

"Mari kita belajar dari kasus-kasus yang terjadi di Italia, dan jangan pernah meremehkan corona virus (Covid-19) sebagai flu biasa. Kita juga harus waspada dengan persebaran DBD tapi tidak perlu panik ataupun histeris," pesan Nabil Haroen. 

Persiapan tepat sasaran dan update informasi yang benar merupakan cara terbaik untuk menghindari bencana dalam skala yang lebih besar. 
Yang juga tidak kalah penting adalah upaya partisipasi masyarakat dalam upaya deteksi mandiri Covid-19. 

"Terlebih jika merasa ada gejala batuk pilek yang tidak biasa, apalagi ada kontak dengan pasien yang sudah terinfeksi atau suspect Covid-19 segera laporkan ke petugas medis. Tidak perlu khawatir akan stigma atau perlakuan berbeda karena ini adalah bagian dari ikhtiar terhadap ketahanan masyarakat banyak," demikian Nabil Haroen.

Komentar