Kamis, 18 Juni 2026 | 18:24
NEWS

KPAI Ajak Pekerja Seni Inisasi Film Ramah Anak

KPAI Ajak Pekerja Seni Inisasi Film Ramah Anak
Konferensi pers KPAI soal kasus pembuhunan yang dilakukan remaja terhadap seorang bocah. (Askara/Dhika Alam Noor)

ASKARA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia angkat bicara perihal dugaan adegan film horor telah menginspirasi remaja NF (15) pelaku pembunuhan bocah A (5) di Sawah Besar, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. 

KPAI meminta pemerintah agar lebih selektif terkait tayangan film yang beredar di masyarakat. 

"Memastikan bahwa selain fungsi hiburan, fungsi informatif tayangan film harus memperhatikan nilai edukatifnya," ujar Ketua KPAI Susanto dalam konferensi pers di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/3).

Hal itu menjadi penting sehingga berdampak baik bagi masyarakat terutama aman bagi tumbuh kembang anak. KPAI juga mendorong kepolisian agar proses hukum anak berkonflik dengan hukum dalam kasus ini bisa adil.

"Memperhatikan pemenuhan hak-hak anak demi kepentingan terbaik bagi anak dan mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," jelas Susanto. 

Selain itu, KPAI mengajak para pekerja seni dan produser film agar menginisiasi program-program film yang inovatif, ramah dan aman bagi anak. 

"Serta bernuansa edukatif dan menstimulasi pertumbuhan karakter positif bagi seluruh anak Indonesia," ujar Susanto 

"KPAI itu dalam mengupayakan media ramah anak itu tidak sendirian. Kita bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia," tambah Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati. 

Remaja berinisial NF menyerahkan diri kepada polisi dan mengaku telah membunuh seorang anak berusia lima tahun yang merupakan tetangganya. Kejadian diperkirakan berlangsung pada Kamis petang (5/3).

Polisi telah memeriksa empat saksi terkait kejadian itu termasuk keluarga korban dan pelaku. Polisi juga menyita barang bukti coretan curahan hati pelaku di buku tulis dan sebilah papan.

Komentar