Selasa, 09 Juni 2026 | 02:45
LIFESTYLE

Atasi Alergi Debu dengan Mudah

Atasi Alergi Debu dengan Mudah
Ilustrasi debu. (Hellosehat)

ASKARA - Alergi debu adalah reaksi abnormal dari sistem imun tubuh saat menghirup atau terpapar partikel debu. 

Debu terbentuk dari sel-sel kulit mati, bulu hewan, partikel jamur atau spora tumbuhan hingga serpihan bangkai serangga yang bisa menjadi pemicu alergi. 

Gejala alergi debu yang umum berupa gatal-gatal, bersin-bersin, dan hidung meler karena pilek. 

Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi ketika gejala alergi debu kambuh;

1. Menjauh dari pemicu alergi
Segera menghindari kontak dengan pemicunya. Apabila berada di ruangan dengan karpet bulu atau ada hewan peliharaan di sekitar, segera beranjak pindah. Pergi ke tempat yang bersih dan bebas dari pemicu alergi. Juga bisa segera berganti pakaian apabila merasa debu banyak menempel di baju atau celana.

Orang yang terkena alergi debu disarankan untuk tidak panik sesaat setelah gejala muncul. Panik atau cemas justru bisa memperparah kondisi alergi. 

2. Minum obat
Berikut beberapa obat yang dapat mengatasi gejala alergi;
- Obat antihistamin. 
Bekerja memblokir pelepasan histamin sehingga tubuh berhenti bereaksi terhadap alergen. 
- Obat steroid (kortikosteroid). 
Diresepkan dokter untuk meredakan peradangan yang muncul akibat alergi. Umumnya akan diresepkan apabila gejala alergi disertai pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal. Ada obat steroid yang diminum, ada juga yang berbentuk salep dan krim untuk dioleskan.
- Obat dekongestan. 
Dapat diminum sebagai cara mengatasi alergi debu seperti hidung berair dan tersumbat. 

3. Oles krim gatal
Bisa juga memakai obat oles untuk mengatasi gatal akibat alergi debu. 
- Krim kortikosteroid topikal. 
Kortikosteroid oles untuk alergi bekerja dengan mengurangi gatal akibat efek peradangan alergi. 
- Pelembap
Pelembap yang sering digunakan untuk base make up atau pendingin saat kulit terbakar sinar matahari juga dapat digunakan mengobati gatal karena alergi debu. Seperti pelembap lidah buaya yang telah didinginkan di kulkas lalu dioles ke kulit gatal.
- Lotion calamine. 
Adalah lotion yang terbuat dari zinc oksida. Dapat digunakan untuk membuat kulit yang sedang meradang gatal terasa adem dan sejuk. Rasa sejuk dan dinginnya bekerja dengan mengalihkan rasa gatal di kulit. 

4. Hindari perabot dan hewan berbulu
Hindari penggunaan karpet berbulu terutama di kamar tidur. Bulu karpet menyimpan banyak debu tanpa bisa dilihat secara kasat mata. Selain di karpet, alergi debu dari bulu hewan juga banyak terjadi.

5. Ganti dan cuci rutin kain di rumah 
Membersihkan rumah secara teratur dapat mengobati kambuhnya alergi debu. Bersihkan sprei serta sarung bantal dan guling sesering mungkin. Cuci dengan air panas untuk mematikan kotoran di serat-serat kain. Tempat tidur umumnya juga menjadi salah satu tempat favorit tungau debu menetap. 

Bersihkan juga perabotan kain seperti taplak, keset, gorden, dan sofa secara rutin. Tak hanya debu dari kulit mati, debu dari bulu hewan juga mudah menempel di perabot kain. 

6. Rutin bersih-bersih rumah
Membersihkan rumah bisa juga menggunakan vacuum cleaner yang memakai filter HEPA atau High Efficiency Particulate Air. Jenis filter ini memiliki penyaring yang dapat menangkap berbagai partikel penyebab timbulnya gejala alergi seperti tungau debu, serbuk sari bahkan partikel berbahaya dari asap rokok.

7. Pakai humidifier di rumah
Berfungsi untuk mengatur kelembapan udara di rumah. Udara yang lembap dapat memicu berkembangnya tungau debu dan jamur. Menjaga kelembapan ruangan antara 40-50 persen dapat mengurangi kemungkinan tumbuhnya jamur dan tungau.

8. Pakai masker ketika di luar rumah
Paparan debu luar rumah tidak hanya dapat memicu gejala lewat kontak kulit tapi juga lewat hirupan. Selalu siap siaga dengan memakai masker mulut untuk mencegah terhirupnya partikel debu lingkungan. Memakai masker juga penting untuk mengatasi gejala alergi debu yang sedang kambuh. (dbs/why)

Komentar