Rabu, 17 Juni 2026 | 21:47
COMMUNITY

HUT Bus Mania Community ke-12

Inspirasi Pencinta Bus untuk Kemajuan Transportasi di Indonesia

Inspirasi Pencinta Bus untuk Kemajuan Transportasi di Indonesia
HUT Bus Mania Community bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Istimewa)

ASKARA -  Berawal dari berbagi di media sosial tentang suka duka menjalani hari-hari di atas bus, ditambah kecintaan pada keunikan-keunikan bus, dari desain interior, lampu sampai klakson, Bus Mania Community lahir, 12 tahun lalu. 

“Kami dari berbagai daerah ini disatukan karena sama-sama suka naik bus,” kata Ketua Pusat Bus Mania Community, Zainal Arifin.

Dari ruang komunitas tersebut, berbagai hal tentang seluk beluk bus dikupas. Bahkan, seluruh hal yang berhubungan bus tidak luput dari pandangan komunitas itu. Termasuk kebijakan-kebijakan pemerintah soal perhubungan darat.

“Kami selalu berdiskusi dengan dinas-dinas perhubungan dan juga pengusaha agar bus-bus dirawat dengan baik, terminal juga dikelola dengan baik. Karena ini untuk kemajuan transportasi di Indonesia,” ujar Zainal.

Di hari jadinya yang ke-12 Bus Mania Community, sekira 1000 pencinta bus dari seluruh penjuru Tanah Air hadir di Dusun Semilir, Kabupaten Semarang, Minggu (8/3).

Mereka terdiri dari perwakilan anggota Bus Mania Community dari berbagai daerah, Sumatera Selatan, Bali, Jawa Tengah, Jakarta, Banten, Kalimantan hingga Ternate.

Bahkan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengakui kebiasaan para anggota Bus Mania Community tersebut ternyata menarik hati. Menurutnya, apa yang dilakukan para pencinta bus tersebut sangat menginspirasi masyarakat agar memanfaatkan transportasi umum.

"Mereka layak dijadikan inspirator masyarakat untuk beralih ke moda transportasi umum. Ide-idenya, sangat brilian" ujar Ganjar. 

Apa yang dilakukan oleh anggota Bus Mania Community itu, menurut Ganjar sederhana, tapi mampu mendorong secara optimal agar layanan publik transportasi menuju ke arah yang lebih baik. Dengan rajin naik bus, mereka bisa ngecek jalan, sistem transportasi sampai mengawal kebijakan pemerintah.

“Kritikannya bagus, mereka mengakui toiletnya kotor, maka pengelola, penumpang semuanya harus menjaga. Mereka juga punya catatan, sopir busnya jangan ugal-ugalan. Tapi juga punya catatan bus sekarang sudah bagus-bagus, ekonomi saja sudah pakai AC. Ini kemajuan yang bagus banget,” kata Ganjar.

Karena berbasis angkutan umum, Ganjar berpesan agar kebersihannya juga diperhatikan. Terlebih menyikapi perkembangan situasi saat ini yang masih diresahkan persebaran virus corona. Ganjar mendorong agar pencinta dan pengusaha bus mulai saat ini lebih peduli terhadap kebersihan handle bus, tempat duduk maupun seluruh pelayanannya.

“Di tengah orang-orang yang sibuk dan takut dengan virus maka bus harus dibersihkan. Pengusaha bus juga harus membersihkan. Karena orang banyak megang handle, menggunakan sabun antiseptik. Agar penumpang terlindungi,” kata Ganjar. (mbah memet)

Komentar