Pungli Parkir di Area Car Free Day Jakarta
Saya sudah mencurigai keberadaan parkir liar di sekitaran area Car Free Day (CFD) atau Hati Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Jakarta. Sudah beberapa kali juga saya kritisi dan sampaikan ke publik juga Pemprov Jakarta tetapi tetap saja kondisinya sama, masih jadi lahan pungutan liar (Pungli) aparat polisi, Dinas Perhubungan Jakarta, Satpol PP Jakarta.
Hari ini pun saya mendapatkan kembali informasi bahwa masih saja ada pungli Parkir di area HBKB Jakarta. Setiap sepeda motor membayar Rp 5.000 dan mobil membayar Rp 10.000. Kalau kita lihat jumlah kendaraan bermotor yang parkir di sekitar jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat sangat banyak. Nah jika kita jumlahkan uang masuk dari parkir itu jumlahnya bisa jutaan rupiah.
Nah setiap hari Minggu warga yang hendak mengikuti kegiatan di HBKB memarkir kendaraannya di sekitaran area Jln Imam Bonjol misalnya. Ada para petugas juru parkir (jukir) yang akan mengatur dan menjaga kendaraan yang parkir. Para jukir inilah yang bekerja dan menerima uang dari pemilik kendaraan. Melalui jukir inilah beberapa anggota polisi, dinas perhubungan atau satpol PP meminta uang jatah atau pungli hasil parkir.
Beberapa jukir bercerita pada saya bahwa mereka harus memberi jatah atau pungli jika tidak mau terkena masalah. Jika tidak membayar pungli maka bisa saja mereka diusir atau tiba-tiba ada pelarangan parkir disana.
Jumlah uang sangat besar hasil parkir HBKB sangat besar dan lebih banyak masuk ke kantor para petugas di lapangan selain kepada para jukir. Sebaiknya pengelolaan parkir HBKB diatur dan tidak ada pungli lagi. Pengaturan bisa dilakukan secara resmi oleh pemprov Jakarta melalui Dinas Perhubungan atau UPT Perparkiran Jakarta agar uang hasil parkir bisa masuk Kas Daerah.
Pungutan bisa dilakukan secara resmi melalui para jukir dan disertai bukti setor ke kas daerah bukan lagi ke kantor para petugas di lapangan seperti sekarang. Pengaturan parkir ini sangat penting dan berguna bagi para pemilik kendaraan jika ada masalah kehilangan saat parkir. Begitu pula para jukir juga lebih tenang dan pasti dalam mengelola parkir di HBKB.
Azas Tigor Nainggolan
8 Maret 2020

Komentar