Senin, 08 Juni 2026 | 14:56
NEWS

Tidak Ada Aksi Borong, Tapi Stok Gula Pasir Kosong Melompong

Tidak Ada Aksi Borong, Tapi Stok Gula Pasir Kosong Melompong
Gula Pasir (Fin.co.id)

ASKARA - Di sejumlah daerah, gula pasir sulit ditemukan alias langka beberapa minggu terakhir. Seperti yang terjadi di sejumlah supermarket di kawasan Cinere Depok, Jakarta, dan Tangerang Selatan.

Gula pasir yang biasanya melimpah dengan berbagai merek, kini kosong melompong.

Salah seorang petugas Superindo, Sita mengatakan sudah sejak sebulan ini, gula pasir mulai langka. Kalaupun ada, langsung diserbu konsumen.

"Sudah sebulan sih gulanya kosong. Padahal banyak yang cari. Kalau datang langsung habis dibeli orang," ujarnya kepada JPNN.com, Sabtu malam (7/3). 

Menurut Sita, hal itu terjadi bukan lantaran adanya aksi borong yang dilakukan konsumen atau masyarakat. Pasalnya, ada pembatasan pembelian maksimal empat kilogram.

"Enggak juga, kan dibatasi empat saja. Memang pasokan gulanya kurang sudah sebulan ini," ucapnya.

Hal sama terpantau di Carrefour Lebak Bulus. Gula pasir mengalami kelangkaan karena pasokan kurang.

"Banyak konsumen cari cuma barangnya kurang makanya kosong terus. Setiap barang masuk langsung habis karena terbatas jumlahnya," ujar seorang petugas Carrefour yang enggan disebutkan namanya.

Kelangkaan gula pasir ini sangat disayangkan masyarakat. Pasalnya, sebulan lagi umat muslim akan menjalani ibadah puasa sehingga butuh sekali gula pasir.

"Mudah-mudahan ini bukan karena sengaja ditahan pasokannya untuk raih untung gede saja. Virus corona dan jelang puasa memantik konsumen untuk menyetok sembako karena takut kurang. Pemerintah harus segera antisipasi jangan sampai terjadi kelangkaan dan akhirnya harga naik gila-gilaan," ungkap Dwi Setiawan, warga Pondok Cabe, Tangsel, yang sulit mendapatkan gula pasir.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Suhanto beberapa waktu lalu mengatakan, minimnya stok di pasaran menyebabkan harga gula pasir mulai naik.

Dia menduga, sejumlah pihak sengaja menahan pasokan lantaran khawatir tak mendapatkan jatah gula impor akibat meluasnya wabah virus corona di sejumlah negara. (jpnn/lov)

Komentar