Jumat, 19 Juni 2026 | 17:55
NEWS

Ormas dan Tokoh Agama Harus Tenangkan Masyarakat Soal Corona

Ormas dan Tokoh Agama Harus Tenangkan Masyarakat Soal Corona
Pengecekan suhu tubuh dilakukan pengelola gedung perkantoran di Jakarta untuk mengantisipasi virus corona (Askara)

ASKARA - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengimbau kepada pimpinan ormas keagamaan dan tokoh agama untuk ikut aktif membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam rangka penanggulangan wabah virus corona (Covid-19).

Dia mengimbau pimpinan ormas keagamaan dan tokoh agama untuk menyampaikan pesan-pesan yang mendidik, mencerahkan, dan dapat menenangkan masyarakat.

Zainut Tauhid yang juga wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia mengatakan, peranan tokoh agama sangat penting karena sebagai panutan. Sehingga setiap ucapan para tokoh agama akan menjadi rujukan dan diikuti oleh pengikutnya.

"Tokoh agama harus dapat memerankan diri sebagai pembimbing dan pelindung umat. Agar umat merasa tenang dan memiliki optimisme dalam menghadapi masalahnya," jelasnya, Kamis (5/3).

Zainut Tauhid menilai, terkait pencegahan wabah virus corona harus berhati-hati, bersikap bijaksana, dan mempertimbangkan banyak hal.

Tidak semata hanya berdasarkan benar salah dan halal haram tetapi juga harus mempertimbangkan perasaan publik dan kondisi faktual yang sekarang sedang dihadapi masyarakat. Sehingga masyarakat mendapat bimbingan dan petunjuk dalam menghadapi masalah.

Sebaiknya hindari menyampaikan pesan yang dapat menimbulkan kontroversi, membingungkan, dan membuat kepanikan di tengah masyarakat.

"Dalam menghadapi situasi seperti ini dibutuhkan adanya kerja sama semua pihak untuk bisa memberikan solusi bukan menghakimi dan saling menyalahkan," pesannya.

Sebelumnya, pasca Presiden Joko Widodo pada Senin (2/3) mengumumkan adanya dua warga Indonesia yang positif corona, sempat terjadi kepanikan di tengah masyarakat.

Kepanikan terlihat dari berbondong-bondongnya masyarakat membeli masker. Hal ini membuat terjadinya kekosongan stok masker serta melambungkan harganya berkali lipat. Selain masker, produk pembersih tangan (hand sanitizer) juga langka. (hidayatullah/why)

Komentar