Jumat, 19 Juni 2026 | 19:42
NEWS

Pemerintah Sebar 10 Laboratorium Pengujian Corona

Pemerintah Sebar 10 Laboratorium Pengujian Corona
Juru Bicara Pemerintah Indonesia Soal Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto. (Antara)

ASKARA - Pemerintah Indonesia telah menambah sepuluh laboratorium pemeriksaan untuk menguji spesimen pasien terduga terinfeksi virus corona (Covid-19). Hal itu bertujuan untuk melakukan deteksi dini. 

"Sekarang di sepuluh tempat itu bisa dilakukan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction)," kata Juru Bicara Pemerintah Indonesia Soal Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto.

Selama ini, pengujian spesimen untuk deteksi corona dilakukan di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Nantinya 10 laboratorium pemeriksaan tersebut tersebar di empat Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) dan enam Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP).

Ada empat BBTKLPP di DKI Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Banjarbaru. Sementara enam BTKLPP berada di Batam, Medan, Palembang, Makassar, Manado, dan Ambon.

"Pemeriksaan spesimen dengan PCR itu akan kami sebarkan tidak hanya di Balitbangkes, tetapi sampai Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit," jelas Yurianto. 

Di 10 balai tersebut sudah ada tenaga-tenaga yang dilatih Kemenkes yang bisa melakukan pemeriksaan dengan PCR. Namun demikian, balai-balai itu tetap disupervisi oleh Balitbangkes dengan menempatkan supervisor.

Dengan tersebarnya berbagai balai yang bisa melakukan pemeriksaan corona dengan menggunakan PCR, maka jika ada spesimen dari berbagai daerah dapat merujuk ke balai-balai terdekat. 

Misalnya, spesimen dari Ambon dan Manado tidak perlu dikirim ke Jakarta karena pemeriksaan bisa dilakukan di balai-balai yang tersebar di sejumlah provinsi. 

"Tujuannya satu, agar respons lebih cepat," kata Yurianto.

Dengan demikian, akan ada 11 lembaga di Indonesia yang bisa melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi cirus corona yakni Balitbangkes Kemenkes dan 10 balai.

Sementara itu, sudah ada 132 rumah sakit rujukan untuk penanganan corona di Indonesia yang berasal dari rumah sakit pemerintah, BUMN hingga swasta. Dengan total rumah sakit rujukan itu, ada 285 tempat tidur isolasi di ruangan bertekanan negatif baik yang disediakan rumah sakit pemerintah maupun swasta dengan rincian 93 tempat tidur disiapkan swasta dan 192 tempat tidur disediakan pemerintah. (jpnn/why)

Komentar