Peserta Didik Harus Paham Pencegahan Virus
ASKARA - Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, sejumlah pihak diminta melakukan upaya pencegahan.
Termasuk di lingkungan sekolah agar tetap menjaga pola hidup bersih dan terhindar dari penyebaran virus melalui tangan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, sebaiknya sekolah membantu sosialisasi kepada peserta didik mengenai pencegahan penularan virus corona. Sebab corona menyerang individu yang memiliki kekebalan tubuh rendah.
"Ajarkan anak untuk makan makanan sehat, minum vitamin, olah raga dan paling penting sediakan sabun. Imbau mereka untuk sering-sering mencuci tangan di jam sekolah," ujarnya kepada redaksi, Rabu (4/3).
DPR akan membahas lebih lanjut upaya pencegahan virus corona di sekolah dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Meski sudah ada beberapa langkah untuk pencegahan yang dikerjakan pemerintah.
"Imbauan untuk peningkatan hidup sehat dan bersih, dan koordinasi dengan petugas kesehatan puskesmas melalui program UKS (Unit Kesehatan Sekolah) yang ada di tiap sekolah. Ini yang sedang dilakukan oleh Kemdikbud saat ini," jelas politisi Partai Golkar itu.
Ketua Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim menyatakan, sekolah sesungguhnya jauh lebih antisipatif terhadap penyakit dengan menjaga kebersihan. Jadi kembalikan saja kebiasaan baik yang sudah ada di lingkungan sekolah.
"Mengaktifkan secara maksimal unit unit kesehatan sekolah yang sebenarnya di banyak sekolah sudah tersedia," kata Ramli.
Hanya masalahnya tidak berfungsi maksimal tentu perlu diperhatikan kembali. Apalagi dengan keterbatasan alat-alat yang dimiliki. Budaya gemar cuci tangan perlu kembali digencarkan tetapi sabunnya harus diganti dengan yang cair.
Harus disediakan masker yang cukup di sekolah, sehingga begitu ada gejala-gejala langsung diberikan masker lalu ditangani segera dengan dibawa ke unit perawatan khusus.
"Jadi seharusnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus menyediakan masker di sekolah dalam jumlah yang cukup," terang Ramli.
Pemerintah pusat dan daerah harus memastikan rumah sakit tertentu yang memang menjadi rujukan corona.
"Jangan sampai sekolahnya bingung dan jika ada yang sakit langsung dibawa ke puskesmas. Sehingga tidak menyebar ke tempat lain," kata Ramli.

Komentar