Karyawan PT Telkom Suspect Virus Corona di Cianjur Meninggal Dunia
ASKARA - Pihak PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengkonfirmasi suspect (terduga) virus corona adalah salah satu karyawan mereka.
Korban diketahui meninggal dunia, Selasa (3/3) di Rumah Sakit dr. Hafiz (RSDH) Cianjur.
Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo mengatakan, berdasar riwayat medis yang tercatat di perusahaannya 10 tahun terakhir, diketahui karyawan Telkom itu sering mengalami radang saluran nafas dan batuk pilek.
"Adapun penyebab meninggalnya terkait dengan dugaan akibat infeksi virus corona (Covid-19), saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium," ujar Arif, melalui keterangan tertulis rilis yang diterima redaksi, Selasa (3/3).
Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokoler Setda Cianjur, Iyus Yusuf menyebut D sempat berkunjung ke Malaysia. Malaysia sendiri merupakan salah satu negara yang dilaporkan sudah memiliki 29 warga yang terinfeksi Covid-19. Warga yang terjangkit di Malaysia sempat bepergian ke Milan, Italia, dan China.
Sejak wabah corona makin meluas, Telkom telah melakukan sejumlah upaya pencegahan seperti menyampaikan imbauan kepada seluruh karyawan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.
Selain itu, Arif dan jajarannya juga aktif menyosialisasikan pengenalan dan pencegahan gejala Covid-19, mengimbau karyawan untuk memantau perkembangan penyebaran corona lewat media informasi yang resmi, dan mengaktifkan posko yang melibatkan tenaga medis serta call center yang dapat dihubungi 24 jam.
"Selanjutnya perusahaan akan lebih mengintensifkan upaya-upaya preventif yang telah dilakukan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat, termasuk menurunkan tenaga medis dari Yayasan Kesehatan Telkom di setiap lokasi kerja karyawan untuk melakukan pemeriksaan awal guna pencegahan secara lebih dini," pungkas Arif.
Karyawan Telkom berinisial D itu merupakan warga Bekasi yang sedang berkunjung ke rumah keluarganya di Cianjur. Sampel darah warga berinisial D itu sudah dikirim ke Jakarta namun hasilnya belum diketahui.

Komentar