Ketika Jaya Suprana Memaknai 30 Tahun MURI
ASKARA - Memperingati Hari Ulang Tahun ke-30, Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) menggelar MURI Award.
Sebagai bentuk apresiasi kepada setiap insan yang melakukan sesuatu hal yang tidak biasa bahkan menginspirasi banyak orang.
Seisi podium Jaya Suprana Institute di Mall of Indonesia, Kelapa Gading penuh diisi tamu undangan berserta 16 peserta yang masuk katagori peraih MURI Award. Adapun mereka yang hadir sekaligus membawa keluarga dan koleganya.
Mereka tampak bahagia dan bangga bisa menghadiri acara MURI yang didirikan Jaya Suprana pada 27 Januari 1990 di Kawasan Perindustrian Jamu Jago, Srondol, Semarang, Jawa Tengah.
Jaya Suprana mengatakan, MURI Award merupakan salah satu rangkaian hari ulang tahun ke-30, di mana puncaknya akan dirayakan pada September mendatang. Ia mengaku tidak menduga jika MURI yang didirikannya kian berkembang dan besar. Hal ini pun antara lain karena dukungan sang istri Aylawati Sarwono.
"Karena terus terang MURI ini menjadi berkembang setelah ditangani oleh Ibu Aylawati Sarwono. Itu memang perkembangannya luar biasa. Seperti anda ketahui rekornya hampir 10 ribu. Itu pun tidak terhitung yang kita tolak karena yang ditolak lebih banyak sebetulnya cuma tidak semua rekor memenuhi syarat," jelasnya, Jumat (28/2).
Jaya Suprana menuturkan, kebanggaan sesungguhnya bukanlah dirinya yang mendirikan MURI melainkan adalah masyarakat Indonesia yang berjuang dan berupaya menciptakan suatu hal luar biasa. Bahkan mempengaruhi orang banyak sehingga menginspirasi yang saat ini semakin berkembang bahkan aktif percaya diri untuk unjuk gigi.
"Yang penting sebenarnya saya bangga sekali. Semua rekor itu bukan saya yang membuat tetapi masyarakat. Itu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar dan sudah makin percaya diri bahwa bangsa Indonesia ini tidak kalah dengan bangsa manapun, kalau kita mau pasti kita bisa," paparnya.
Pria kelahiran Denpasar 27 Januari 1949 itu juga meyakini jika bangsa lain bisa melakukannya tentunya bangsa Indonesia juga bisa. Hal ini menjadi salah satu alasan dalam mendirikan MURI agar bangsa Indonesia terus unjuk gigi dalam segala prestasi yang luar biasa.
"MURI itu bukan tujuan, MURI itu alat untuk mengobarkan semangat kebanggaan nasional. Semangat kebanggaan nasional itu sangat penting di era globalisasi ini. Kalau kita tidak punya kebanggaan nasional kita akan tenggelam tapi kalau kita punya kebanggaan dan bukan hanya bertahan tapi kita mampu percaya itu," papar Jaya Suprana yang memiliki nama asli Phoa Kok Tijang.
Dalam MURI Award, Jaya suprana beserta sang istri kompak dan semangat memberikan penghargaan kepada enam 16 penerima yang berhasil masuk dalam syarat MURI Award. Yaitu Ade Rai mendapatkan penghargaan lantaran berhasil menurunkan berat badan anak obesitas Aria Permana dalam waktu satu tahun berkurang sebanyak 110 kilogram. Kemudian Aria Permana juga turut mendapatkan penghargaan karena berhasil menurunkan berat badan terberat selama satu tahun seberat 110 kilogram.
Lalu Elpala SMAN 68 yang diterima oleh Geas Aldino, Ryan Muhammad, Salsa Khusnus dan Timothy Jonathan. Mereka adalah tim pelajar Indonesia pertama yang mencapai puncak Gunung Elbrus pada 17 Agustus 2018. Serta kepada Matthew Richard dan Jonathan Philip, dua saudara kandung ini masuk katagori Pelajar Bersaudara Termuda yang berhasil mencapai puncak Gunung Kilimanjaro pada 17 Maret 2019.
Penerima penghargaan lainnya adalah Tri Erwinsyah Putra sebagai barista tuli pertama di Indonesia, PT KK INDONESIA sebagai perusahaan direct selling yang mengunjungi negara terbanyak (50 negara), Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) dengan rekor webinar tanpa henti terlama yakni 100 jam, dan Mardin Baklava & Patisserie dengan rekor baklava dengan harga tertinggi yakni Rp 14 juta.
Adapun Beatrice Anggraini Pramana yang berusia 13 tahun mendapatkan rekor sebagai anak perempuan pemilik rambut terpanjang yakni 140 centimeter yang diukur pada 18 Juli 2019. Kemudian Julius Early Rawis sebagai atlet paralayang tertua yaitu 79 tahun. Sofian mendapatkan penghargaan dengan mendirikan telur di atas jenis terbanyak dengan 25 jenis benda.
Pemenang lainnya yaitu Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang memecahkan rekor sebagai serikat media siber yang menggerakkan 571 anggotanya memuat naskah "Mendambakan Keadilan Sosial" karya Jaya Suprana.
Anneke A. Polak menerima MURI Award sebagai prestasi Nusantara penghafal 217 ayat Alkitab kemudian Band Playsets mendapatkan rekor sebagai the one and only band founded by a four star army general still active in performing, di mana band ini personelnya merupakan jenderal aktif dari angkatan perang.
Terakhir adalah Ir. Sayono yang mendapatkan rekor sebagai inventor superpave (superior performing asphalt pavement) grade PG 60-16 & PG 70-16 berkualitas dunia.
Rencananya, pada September mendatang merupakan bulan puncak Peringatan HUT ke-30 MURI. Di mana, nantinya semua pemecah rekor juga akan diundang.
Jaya Suprana pun berharap MURI akan terus mengokohkan diri untuk kemajuan bangsa Indonesia.
"Insya Allah (jadi September), pada nanti akan diundang semua rekoris tapi tidak bisa semua tapi kemudian nanti ada pemberian anugerah lagi. Insya Allah MURI akan terus menjadi bagian dari
perjalanan peradaban bangsa Indonesia dan sebagai pengobar semangat kebanggaan bangsa," paparnya.

Komentar