Senin, 08 Juni 2026 | 12:56
COMMUNITY

Membangun Kampung Berkarakter Lewat Seni

Membangun Kampung Berkarakter Lewat Seni
Seni visual jalanan salah stau karya Gambon 210 (Askara/Dhika Alam Noor)

ASKARA - Menjadikan kampung mandiri dan berkarakter adalah motivasi Komunitas Gambon 210 berdiri. 

Banyak kegiatan positif yang telah dilakukan dalam bidang kesenian, sosial hingga membuat film pendek. 

Komunitas ini berada di wilayah Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan. Sementara filosofi namanya berasal dari sebuah pohon besar yang disebut warga sekitar sebagai pohon ambon, dan angka 210 diambil dari wilayah RT 2 RW 10. 

"Seiring berjalannya waktu, nama itu jadi Gambon dan sekarang menjadi Gambon 210," kata Tridiwa Arief Sulistyo, fasilitator Gambon 210 saat berbincang dengan redaksi, Kamis (27/2).

Gambon 210 berdiri sejak 1990 namun baru menciptakan karya di tahun 2017. Anggotanya dari kalangan milenial hingga orang dewasa dengan jumlah 20 orang yang memiliki ragam kemampuan. 

"Anak-anak kekinian anggota. Kegiatan rutin Gambon 210 itu produksi, pengajian, silat, mural. Kemudian kita juga bikin konten video untuk Youtube, film pendek dan talkshow," jelas Tridiwa. 

Kepedulian terhadap sesama juga cukup tinggi untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Terbukti, beberapa kali Gambon 210 melakukan penggalangan dana bagi korban bencana di sejumlah daerah. 

"Kemarin belum lama kita mengadakan kegiatan donasi untuk bencana longsor di Bogor. Dan sebelumnya juga penggalangan dana di Palu, Sulawesi Tengah," kata Tridiwa. 

Mengenai karya seni mural biasanya dipilih tema yang sedang hits. Sesuatu yang keluar dari karya seni visual jalanan itu bisa memberikan suasana beragam pada masyarakat. 

"Mural kampung kita dengan tema-tema isu sosial dan lingkungan. Kita pernah mural di mana saja, wilayah Jakarta, Tangerang Selatan terus Bekasi juga pernah," beber Tridiwa.  

Mereka selalu diberikan ruang untuk berekspresi dan masyarakat sekitar pun cukup terkesan dengan hasil karya. Terlebih dalam kegiatan yang dilakukan selalu mendapat dukungan. 

"Alhamdulillah respon masyarakat sangat mendukung karena kita mempunyai kegiatan yang positif dan tidak merusak," tutur Tridiwa. 

Adapun, kegiatan seni lain yang dikerjakan seperti membuat kalung, gelang, cincin, jam, meja, kursi dari bahan epoxy dan kayu. Ada juga membuat wood photo dan art mirror untuk pajangan dinding. 

"Untuk karya seni ini kita masih terus produksi juga. Kalau mau lihat hasil produksinya bisa dicek di Instagram @gambonstore, dan kalau Instagram komunitas kita @gambon210," terang Tridiwa. 

Lebih jauh, tujuan Gambon 210 didirikan ialah ingin merangkul masyarakat agar menciptakan karya dan mampu berdaya saing. Tridiwa mengutip pernyataan Bung Hatta yakni "menyalakanlah lilin-lilin di desa untuk membuat Indonesia lebih bercahaya." 

"Harapannya untuk membangun sebuah negara yang kuat dan punya daya saing dimulai dari membangun sumber daya manusia di lingkungan sendiri," tandas Tridiwa yang merupakan lulusan UIN Jakarta.  

Komentar