Rabu, 10 Juni 2026 | 23:40
NEWS

Babak Baru Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Doktor Psikologi Dedy Susanto

Babak Baru Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Doktor Psikologi Dedy Susanto
Dedy Susanto. (Instagram)

ASKARA - Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Doktor Psikologi Dedy Susanto memasuki babak baru. Dedy sempat membantah atas tuduhan netizen, namun kini akun Instagram Dedy seketika hilang, selebram Revina Violetta Tanamal pun melaporkan Dedy kepada kepolisian. 

Revina mengunggah sebuah kertas yang bertuliskan Tanda Bukti Lapor dengan nomor TBL/1246/II/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ berdasarkan laporan polisi nomor LP/1246/II/2.5/2020/SPKT PMJ. Tertera dalam kertas tersebut Dedy Susanto dilaporkan oleh Mohammad Fadli Aziz selaku kuasa hukum Revina. Dedy dilaporkan atas perkara Tindak Pidana Tenaga Kesehatan dengan waktu kejadian pada tanggal 19 Mei 2019. 

Unggahan kertas tersebut seakan menjawab rasa penasaran para netizen akan ujung dari dugaan pelecehan seksual. Terlebih, akun Dedy menghilang dari Instagram.

"Buat yang nanyain sampe aku merasa keganggu sama pertanyaannya. Ini sudah masuk laporan polisinya, kasus ini sudah aku serahkan sama kuasa hukum pilihan aku. @rio_ramabaskara dan @fadli_aziz8 diem-diem tapi pasti. Gak pernah salah milih lawyer emang," tulis Revina dalam unggahan instagram storynya hari ini, Senin (24/2). 

Seperti diketahui, Dedy terkenal dan dianggap sebagai psikolog, bahkan dirinya sering kali mengadakan seminar terkait pemulihan mental. Dia juga sering mengkritisi tayangan-tayangan yang berbau sensualitas dan pernah diundang dalam acara Kick Andy di Metro Tv pada 2015 lalu.

Namun, pelecehan seksual yang diduga dilakukannya terkuak. Awalnya, Revina diajak Dedy untuk kolaborasi tetapi Revina mencurigai keabsahan Dedy sebagai psikolog, di mana ternyata Dedy tidak terdaftar dalam Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) yang kemudian diposting dalam Instagram Revina @revinavt.

Sejumlah korban pun mulai mengungkapkan keluhannya kepada Revina, mereka mengaku telah dilecehkan oleh Dedy. Rata-rata mereka diajak oleh Dedy untuk datang atau meminta mereka menyewakan kamar hotel untuk dilakukan terapi secara private, namun berujung pada ajakan hubungan seksual yang disebut Dedy adalah untuk upaya pemulihan jiwa.

Sejak itu, Revina akhirnya memperjuangkan para korban Dedy yang ternyata tidak sedikit jumlahnya. Dedy pun sempat membantah melakukan pelecehan seksual. Ia bahkan menganggap semua tudingan yang diarahkan kepadanya adalah fitnah. 

"Jadi waktu ketemu dia itu aku pikir dia benar-benar memahami masalah depresinya aku. Karena sebelum ketemu dia aku juga udah ke psikolog di kotanya aku, dan cara kerjanya beda banget. Sementara waktu sama Dedy Susanto ini, dia terapi aku pribadi. Tapi di hotel, dan sempet nyium-nyium badan aku waktu aku diterapi. Katanya itu bagian dari terapi," ungkap salah satu korban yang tidak ditampilkan namanya oleh Revina dalam unggahan instastorynya beberapa waktu lalu.

"Jadi semenjak itu aku semakin trauma dengan laki-laki dan gak mau lagi ketemu sama dia. Malah dia bilang sama aku udah ditolong malah mikir yang aneh-aneh. Alhamdulillah sekarang terbukti. Lebih baik aku terapi ke psikolog yang sudah terdaftar saja, makasih kak Revi," pungkasnya. 

Komentar